LHOKSEUMAWE, NANGGROE.MEDIA – Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, SH, MH, bersama Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Kota Lhokseumawe, Ny. Yulinda Sayuti, menyalurkan bantuan benur udang vaname kepada kelompok pembudidaya “Jak U Neuheun” di Gampong Tunong, Kecamatan Blang Mangat, Sabtu (25/4).
Bantuan tersebut berasal dari Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Ujung Batee, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), sebanyak 554 packing dengan total 1.115.200 ekor benur. Bantuan diterima oleh kelompok pembudidaya yang beranggotakan 13 orang di bawah kepemimpinan Junaidi.
Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari upaya pemulihan sektor tambak yang terdampak banjir besar pada November 2025. Bencana tersebut menyebabkan kerusakan parah pada kawasan tambak, di mana sebagian besar lahan tertimbun lumpur dan tidak dapat difungsikan.
Dalam sambutannya, Wali Kota Sayuti Abubakar menegaskan bahwa Pemerintah Kota Lhokseumawe terus mendorong percepatan penanganan dampak bencana, khususnya di sektor tambak yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat.
“Saya sebagai kepala daerah sudah berulang kali menyampaikan persoalan ini ke pemerintah pusat agar segera diintervensi. Ini adalah sumber penghidupan masyarakat, sehingga semakin cepat ditangani, roda ekonomi warga juga akan kembali normal,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BPBAP Ujung Batee atas dukungan yang diberikan kepada masyarakat Lhokseumawe.
“Terima kasih kepada BPBAP Ujung Batee yang telah membantu masyarakat kami. Bantuan ini sangat berarti dalam proses pemulihan ekonomi warga,” tambahnya.
Lebih lanjut, Sayuti menyebutkan bahwa Pemerintah Kota Lhokseumawe telah mengalokasikan anggaran untuk mendukung revitalisasi tambak dan sawah terdampak, serta terus menjalin koordinasi dengan pemerintah pusat, termasuk kementerian terkait.
Menurutnya, pemerintah pusat juga telah menyatakan komitmen untuk membantu percepatan pemulihan sektor tambak di Lhokseumawe.
Berdasarkan data, total lahan tambak yang terdampak bencana di Kota Lhokseumawe mencapai sekitar 348,2 hektare yang tersebar di empat kecamatan.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga mengingatkan para penerima bantuan agar memanfaatkan benur secara optimal dan tidak memperjualbelikannya.
“Saya harap bantuan ini benar-benar digunakan untuk budidaya, bukan untuk dijual. Ini untuk menghidupkan kembali usaha tambak kita,” tegasnya.
Sebagai bagian dari kegiatan simbolis, Wali Kota bersama Ketua Forikan turut melakukan penebaran benur udang vaname langsung ke tambak milik kelompok pembudidaya.
Pemerintah Kota Lhokseumawe berharap bantuan ini dapat mendorong para pembudidaya untuk kembali berproduksi dan mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Pangan, Cut Elya Safitri, SKH, M.S.M, perwakilan BPBAP Ujung Batee, Ketua Komisi B DPRK Lhokseumawe Julianti, S.Sos, Camat Blang Mangat Achmad Faisal Daulay, S.IP., M.Si, serta sejumlah unsur terkait lainnya.

