Transaksi Sunyi di Dalam Perlawanan Politik

NANGGROE.MEDIA, ACEH | Perlawanan politik pada dasarnya lahir dari ketidakpuasan terhadap keadaan ketimpangan, ketidakadilan, dan dominasi kekuasaan yang tidak berpihak pada rakyat.

Politik tumbuh dari kesadaran kolektif, bergerak dalam semangat perubahan dan sering kali mengambil bentuk yang tidak konvensional. Dalam konteks ini, konsep “goperlek” yang dapat dimaknai sebagai gerakan politik yang fleksibel, taktis, dan bergerak di ruang-ruang tak terlihat menjadi cerminan bagaimana perlawanan tidak selalu frontal, akan tetapi bisa berjalan senyap, terorganisir, dan penuh strategi.

Lanjut, perlawanan tidak hanya soal fisik, tetapi juga soal gagasan, jaringan, dan kemampuan membaca momentum. Namun di titik tertentu, perlawanan politik tidak lagi berdiri di atas idealisme murni.

Politik mulai bersentuhan dengan transaksi negosiasi kepentingan yang sering kali tersembunyi dari publik. Dan di sinilah perlawanan berubah menjadi arena tawar-menawar, bukan lagi sekedar perjuangan.

Dalam praktiknya, semangat juang massa kerap menjadi komoditas. Mereka yang turun ke jalan dengan keyakinan akan perubahan, perlahan kehilangan arah ketika gerakan mulai dikooptasi oleh segelintir elite.

Di balik teriakan dan tuntutan, muncul yang namanya “transaksi sunyi” yang tidak pernah diumumkan, kesepakatan – kesepakatan yang menguntungkan segelintir pihak, sementara massa tetap berada dalam ilusi perjuangan, begitulah mirisnya.

Fenomena ini juga melahirkan yang sering disebut sebagai “juru damai gerakan” atau aktor yang tampil sebagai penengah konflik, tetapi sejatinya ialah menjadi penghubung antara kekuasaan dan perlawanan.

Mereka tersebut tidak memadamkan konflik demi keadilan, melainkan meredamnya demi stabilitas yang menguntungkan pihak tertentu. Dalam posisi ini, perlawanan tidak lagi menjadi alat perubahan, melainkan instrumen untuk menegosiasikan kepentingan.

Yang lebih tragisnya lagi, massa yang menjadi tulang punggung gerakan justru tidak pernah menjadi bagian dari hasil transaksi tersebut. Energi kolektif mereka ditukar dengan keuntungan politik, ekonomi, atau posisi strategis oleh segelintir orang. Perlawanan pun kehilangan makna, berubah menjadi panggung yang dikendalikan oleh seorang tokoh aktor di balik layar.

Pada akhirnya, semangat murni dalam perlawanan kerap berakhir dengan penghianatan. Apa yang diperjuangkan dengan keyakinan kini perlahan tereduksi menjadi alat tawar dalam transaksi kepentingan. “Juru damai” yang seharusnya menjadi penengah justru menjadi pihak yang paling diuntungkan.

Di titik inilah perlawanan tidak lagi tentang perubahan, tetapi tentang siapa yang mampu mengambil keuntungan dari situasi. Ketika saat itu terjadi, yang tersisa hanyalah ironi bahwa perjuangan yang lahir dari kejujuran akhirnya tenggelam dalam transaksi sunyi yang mengkhianatinya.

Penulis : Yudi Gayo

Hot this week

Kriyasi 2026 Jadi Langkah Pemulihan Ekonomi Korban Banjir Lhokseumawe, Sayuti Apresiasi Kementerian Ekonomi Kreatif

LHOKSEUMAWE, NANGGROE.MEDIA | Pemerintah Kota Lhokseumawe mengapresiasi perhatian Kementerian...

Sulam dan Anyam Lhokseumawe Didorong Naik Kelas, Direktur Kriya Serahkan Cenderamata kepada Wali Kota

NANGGROE.MEDIA, LHOKSEUMAWE | Direktur Kriya Kementerian Ekonomi Kreatif, Neli...

Sambut Maulid Nabi, Pemkab Aceh Timur Gelar Pasar Murah di 10 Kecamatan

ACEH TIMUR, NANGGROE.MEDIA | Pemerintah Kabupaten Aceh Timur menggelar...

Pemkab Aceh Timur dan PLN Teken MoU, Perkuat Sinergi Pajak

ACEH TIMUR, NANGGROE.MEDIA | Pemerintah Kabupaten Aceh Timur dan...

Wali Kota Lhokseumawe Hadiri Rembug Fiskal APEKSI Komwil I, Bahas Penguatan PAD Berbasis Digital

BATAM, NANGGROE.MEDIA | Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar,...

Topics

Kriyasi 2026 Jadi Langkah Pemulihan Ekonomi Korban Banjir Lhokseumawe, Sayuti Apresiasi Kementerian Ekonomi Kreatif

LHOKSEUMAWE, NANGGROE.MEDIA | Pemerintah Kota Lhokseumawe mengapresiasi perhatian Kementerian...

Sulam dan Anyam Lhokseumawe Didorong Naik Kelas, Direktur Kriya Serahkan Cenderamata kepada Wali Kota

NANGGROE.MEDIA, LHOKSEUMAWE | Direktur Kriya Kementerian Ekonomi Kreatif, Neli...

Sambut Maulid Nabi, Pemkab Aceh Timur Gelar Pasar Murah di 10 Kecamatan

ACEH TIMUR, NANGGROE.MEDIA | Pemerintah Kabupaten Aceh Timur menggelar...

Pemkab Aceh Timur dan PLN Teken MoU, Perkuat Sinergi Pajak

ACEH TIMUR, NANGGROE.MEDIA | Pemerintah Kabupaten Aceh Timur dan...

Wali Kota Lhokseumawe Hadiri Rembug Fiskal APEKSI Komwil I, Bahas Penguatan PAD Berbasis Digital

BATAM, NANGGROE.MEDIA | Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar,...

Ny. Yulinda Sayuti Audiensi dengan Direktur Kriya Kementerian Ekonomi Kreatif di Jakarta

JAKARTA, NANGGROE.MEDIA | Ny. Yulinda Sayuti, melakukan audiensi dengan...

Verifikasi Data Penerima Huntap Jadi Perhatian Bupati Aceh Timur

ACEH TIMUR, NANGGROE.MEDIA | Pemerintah Kabupaten Aceh Timur memperkuat...

Related Articles

Popular Categories