JAKARTA, NANGGROE.MEDIA | Ny. Yulinda Sayuti, melakukan audiensi dengan Direktur Kriya Kementerian Ekonomi Kreatif, Neli Yana, S.Sos., M.Si., di Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Pertemuan tersebut membahas rencana pelaksanaan kegiatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Rehab & Rekon) bagi para perajin sulam dan anyam di Kota Lhokseumawe.
Audiensi ini menjadi bagian dari upaya mendorong pemulihan sekaligus penguatan sektor kerajinan masyarakat, khususnya para perajin yang bergerak di bidang sulam dan anyaman.
Melalui kegiatan Rehab & Rekon, para perajin diharapkan dapat kembali meningkatkan aktivitas produksi serta mengembangkan kapasitas dan kualitas produk kerajinan yang dihasilkan.
Dalam pertemuan tersebut, Ny. Yulinda Sayuti menyampaikan berbagai hal terkait persiapan dan pelaksanaan program Rehab & Rekon bagi para perajin di Kota Lhokseumawe.
Koordinasi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif dinilai penting agar program yang akan dilaksanakan dapat berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi para pelaku usaha kriya.
Kegiatan Rehab & Rekon tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni 31 Agustus hingga 1 September 2026 di Kota Lhokseumawe.
Program ini diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari proses pemulihan bagi para perajin, tetapi juga dapat membuka ruang pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Kerajinan sulam dan anyam yang memiliki nilai budaya dan ekonomi diharapkan semakin berkembang sehingga mampu meningkatkan daya saing serta kesejahteraan para perajin.
Audiensi Ny. Yulinda Sayuti dengan Direktur Kriya Kementerian Ekonomi Kreatif tersebut juga menjadi langkah memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam mendukung keberlanjutan sektor ekonomi kreatif di Kota Lhokseumawe.
Dengan adanya koordinasi dan dukungan lintas pihak, pelaksanaan Rehab & Rekon diharapkan dapat berjalan lancar serta memberikan dampak positif bagi para perajin sulam dan anyam di Kota Lhokseumawe.


