NANGGROE.MEDIA, LHOKSEUMAWE | Direktur Kriya Kementerian Ekonomi Kreatif, Neli Yana, S.Sos., M.Si., menyerahkan cenderamata kepada Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H., dalam rangkaian kegiatan Akselerasi Produk Kriya (Kriyasi) Sulam dan Anyam Tahun 2026 yang digelar di Kota Lhokseumawe.
Penyerahan cenderamata tersebut menjadi salah satu momen hangat dalam kegiatan yang mempertemukan pemerintah, pelaku ekonomi kreatif, serta para perajin sulam dan anyam.
Momen itu sekaligus menjadi simbol apresiasi dan sinergi dalam mendorong pengembangan produk kriya lokal agar semakin bernilai dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Kegiatan Akselerasi Produk Kriya (Kriyasi) Sulam dan Anyam Tahun 2026 merupakan bagian dari upaya memperkuat kapasitas para perajin sekaligus mendorong pengembangan produk kriya berbasis potensi lokal.
Melalui kegiatan tersebut, para perajin diharapkan tidak hanya mampu mempertahankan keterampilan tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun, tetapi juga dapat melakukan inovasi dari sisi desain, kualitas, kemasan, hingga pemasaran.
Penyerahan cenderamata dari Direktur Kriya Kementerian Ekonomi Kreatif kepada Wali Kota Lhokseumawe menjadi simbol eratnya kerja sama antara pemerintah pusat dan Pemerintah Kota Lhokseumawe dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif, khususnya subsektor kriya.
Diharapkan, kegiatan Kriyasi 2026 tidak berhenti pada pelatihan dan pendampingan semata, tetapi dapat menjadi langkah awal bagi lahirnya produk-produk sulam dan anyam khas Lhokseumawe yang memiliki identitas kuat, bernilai ekonomi tinggi, serta mampu menembus pasar nasional hingga internasional.
Dengan dukungan lintas sektor dan kreativitas para perajin, kriya lokal diharapkan semakin naik kelas dan menjadi salah satu kekuatan baru dalam menggerakkan perekonomian masyarakat Kota Lhokseumawe.


