ACEH TIMUR, NANGGROE.MEDIA | Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., berharap Bank Indonesia memperluas dukungan bagi sektor pertanian dan pelaku UMKM di Aceh Timur yang terdampak banjir.
Menurut Al-Farlaky, sektor pertanian masih menghadapi tantangan besar pascabanjir. Selain kerusakan lahan sawah, sejumlah jaringan irigasi di Kecamatan Simpang Ulim dan Pante Bidari masih tertutup material banjir sehingga menghambat aktivitas tanam.
Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, katanya, terus melakukan penanganan sementara sambil berkoordinasi dengan pemerintah pusat karena sebagian jaringan irigasi berada di luar kewenangan pemerintah kabupaten.
Baca Juga : Bupati Al-Farlaky Buka Pelatihan Pupuk Organik, Tekankan Manfaat Nyata bagi Petani
Selain pertanian, Bupati juga meminta Bank Indonesia memberikan pembinaan kepada pengrajin tenun di Kecamatan Madat dan Simpang Ulim yang kehilangan sebagian besar peralatan produksi akibat banjir.
“Tenun Aceh Timur merupakan salah satu tenun terbaik yang dimiliki Aceh. Kami berharap Bank Indonesia dapat ikut membina dan membantu pengembangannya,” ujar Al-Farlaky.
Ia juga berharap dukungan serupa diberikan kepada pengrajin anyaman tikar pandan sebagai salah satu produk kerajinan khas Aceh Timur.
Menutup sambutannya, Al-Farlaky mengundang Bank Indonesia untuk berpartisipasi dalam Pameran Meurah Silu yang akan digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun Kabupaten Aceh Timur, dengan melibatkan pelaku UMKM dan seniman lokal serta mengangkat nilai-nilai budaya dan syariat Islam.

