LHOKSEUMAWE, NANGGROE.MEDIA | Ikatan Alumni Universitas Malikussaleh (IKA Unimal) menyampaikan keprihatinan mendalam atas beredarnya video yang menampilkan pernyataan seorang oknum dosen yang menuai perhatian dan kritik dari berbagai kalangan. Pernyataan tersebut dinilai tidak mencerminkan nilai-nilai akademik, etika profesi dosen, serta semangat pendidikan yang humanis.
Juru Bicara IKA Unimal, Tajuddin, S.Sos., mengatakan bahwa kampus sebagai institusi pendidikan tinggi harus menjadi ruang yang menjunjung tinggi nilai penghormatan, kesetaraan, dan kemanusiaan dalam setiap proses pembelajaran.
“Seorang dosen memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk membimbing, menginspirasi, serta memotivasi mahasiswa. Oleh karena itu, setiap penyampaian materi maupun motivasi harus dilakukan secara bijaksana, edukatif, dan tidak menimbulkan stigma ataupun diskriminasi terhadap mahasiswa,” ujar Tajuddin, Selasa (23/6/2026).
Baca Juga : Pertahankan WTP 2025, Lhokseumawe Tegaskan Komitmen Transparansi dan Akuntabilitas
Menurutnya, pernyataan yang beredar dalam video tersebut berpotensi menimbulkan dampak psikologis bagi mahasiswa serta dapat menciptakan persepsi negatif terhadap lingkungan akademik Universitas Malikussaleh.
Atas dasar itu, IKA Unimal meminta agar oknum dosen yang bersangkutan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada mahasiswa dan masyarakat akademik atas pernyataan yang telah menimbulkan polemik di ruang publik.
“Permintaan maaf merupakan langkah yang bijaksana untuk meredakan polemik, menjaga keharmonisan civitas akademika, serta menunjukkan tanggung jawab moral sebagai seorang pendidik,” tegas Tajuddin.
Selain itu, IKA Unimal juga meminta pihak Universitas Malikussaleh untuk melakukan penelusuran dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan mekanisme, aturan, dan kode etik yang berlaku di lingkungan kampus.
“Kami menilai persoalan ini perlu disikapi secara profesional berdasarkan ketentuan yang berlaku. Kampus harus tetap menjadi ruang yang aman, inklusif, dan mampu membangun semangat belajar seluruh mahasiswa tanpa memandang latar belakang maupun capaian akademiknya,” tambahnya.
Lebih lanjut, IKA Unimal menegaskan bahwa profesi dosen merupakan profesi yang sangat mulia dan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter serta masa depan generasi muda. Karena itu, setiap tenaga pendidik dituntut untuk senantiasa menjaga etika, integritas, dan keteladanan dalam setiap aktivitas akademik maupun interaksi dengan mahasiswa.
“IKA Unimal mendukung terciptanya lingkungan kampus yang humanis, beretika, dan menghargai setiap proses perjuangan mahasiswa dalam menempuh pendidikan. Kami percaya Universitas Malikussaleh memiliki mekanisme yang tepat untuk menyelesaikan persoalan ini secara objektif, transparan, dan berkeadilan,” pungkasnya.
Hingga rilis ini disampaikan, IKA Unimal berharap pihak terkait dapat memberikan klarifikasi resmi guna memberikan kejelasan kepada publik, menjaga kondusivitas lingkungan akademik, serta memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan tinggi.


