ACEH UTARA, NANGGROE.MEDIA | Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mandiri Kelompok 8 Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe menggelar sosialisasi CERDas memIlah sampah dengan baiK (CERDIK) kepada anak-anak di Gampong Kuala Keureuto, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara, Minggu (2/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi salah satu program unggulan KPM Kelompok 8 dalam menanamkan kesadaran dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sejak usia dini. Melalui pendekatan yang interaktif dan edukatif, anak-anak diajak memahami pentingnya memilah sampah berdasarkan jenisnya, yaitu sampah organik dan anorganik.
Dalam sosialisasi, mahasiswa memberikan penjelasan menggunakan contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Anak-anak diperkenalkan dengan sampah organik, seperti sisa makanan, daun, dan ranting, serta sampah anorganik, seperti botol plastik, kemasan makanan, kaleng, dan berbagai jenis plastik lainnya.
Selain itu, mereka juga diajak memahami bahwa kebiasaan memilah sampah merupakan langkah sederhana yang memiliki dampak besar dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Salah seorang peserta, Fatiatul Afdalia, mengaku memperoleh pengetahuan baru yang bermanfaat setelah mengikuti sosialisasi tersebut.
“Sekarang saya sudah tahu kalau sampah itu ada sampah organik dan anorganik. Saya juga tahu kalau sampah harus dipisahkan dan dibuang pada tempatnya supaya lingkungan tetap bersih,” ujar Fatiatul.
Dukungan terhadap program CERDIK juga datang dari Geuchik Gampong Kuala Keureuto, M. Kaoi. Ia mengapresiasi inisiatif mahasiswa KPM yang menghadirkan edukasi lingkungan bagi anak-anak sebagai generasi penerus.
“Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini karena anak-anak perlu diberikan pemahaman sejak dini tentang kebersihan dan cara memilah sampah. Harapannya, apa yang mereka pelajari tidak hanya dipahami saat kegiatan berlangsung, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi kebiasaan di lingkungan keluarga maupun masyarakat,” katanya.
Menurut M. Kaoi, pendidikan lingkungan sejak dini memiliki peran penting dalam membentuk karakter peduli lingkungan. Ia berharap program yang dilaksanakan mahasiswa KPM mampu memberikan manfaat jangka panjang serta menumbuhkan budaya hidup bersih di tengah masyarakat Gampong Kuala Keureuto.
Sementara itu, pemateri kegiatan, Zikrina Alhaq, berharap sosialisasi CERDIK dapat menjadi langkah awal dalam membangun kebiasaan positif anak-anak untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.
“Kami berharap anak-anak tidak hanya memahami perbedaan sampah organik dan anorganik, tetapi juga mulai membiasakan diri memilah dan membuang sampah pada tempatnya. Kebiasaan kecil yang dilakukan sejak dini dapat menjadi langkah besar dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa anak-anak memiliki peran strategis sebagai agen perubahan di lingkungan sekitarnya. Pengetahuan yang diperoleh melalui sosialisasi diharapkan tidak berhenti pada kegiatan tersebut, tetapi dapat diterapkan di rumah, sekolah, maupun dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mampu menginspirasi keluarga dan masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah.
Melalui program CERDIK, KPM Mandiri Kelompok 8 UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe tidak hanya memberikan edukasi mengenai jenis dan cara memilah sampah, tetapi juga berupaya menanamkan nilai tanggung jawab terhadap lingkungan sejak dini.
Program ini diharapkan menjadi awal terbentuknya kebiasaan positif di kalangan anak-anak Gampong Kuala Keureuto, sehingga tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan melalui partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat.

