ACEH TIMUR, NANGGROE.MEDIA | Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas memulai program pembangunan kembali sekolah pascabencana dengan membangun SD Negeri Teumpeun di Kecamatan Peureulak Barat, Kabupaten Aceh Timur. Peletakan batu pertama pembangunan dilakukan pada Rabu (24/6/2026).
Pembangunan sekolah tersebut merupakan bantuan yang didanai melalui donasi para pembaca Harian Kompas. Proyek ini ditargetkan selesai pada awal Desember 2026.
Mewakili Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas, Adi Prinantyo mengatakan pembangunan SD Negeri Teumpeun merupakan proyek pertama yang dilaksanakan pascabencana banjir yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Di antara tiga provinsi terdampak, Aceh menjadi lokasi pertama yang mendapatkan program ini. Setelah Aceh, kami akan melaksanakan proyek serupa di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, dan Kabupaten Agam, Sumatera Barat,” ujarnya.
SD Negeri Teumpeun dipilih karena menjadi salah satu sekolah yang mengalami kerusakan cukup parah akibat banjir besar yang melanda Aceh Timur pada tahun 2025.
Adi menjelaskan, selain pembangunan sekolah di Aceh Timur, Dana Kemanusiaan Kompas juga akan menjalankan program kemanusiaan lainnya di Kabupaten Pidie Jaya.
Menurutnya, sektor pendidikan dan kesehatan anak usia sekolah dasar menjadi fokus utama karena merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi bangsa.
“Dengan sekolah yang baik, bersih, dan memiliki fasilitas yang layak, kami berharap anak-anak mendapatkan lingkungan belajar yang lebih baik untuk meraih masa depan mereka,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan, serta para pembaca Harian Kompas yang telah mempercayakan donasi mereka untuk dikelola melalui Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas.


