NANGGROE.MEDIA, BENER MERIAH | Dikabarkan gunung api Burni Telong di Kabupaten Bener Meriah, Aceh resmi dinaikkan menjadi level III (siaga) setelah mengalami peningkatan aktifitas seismik yang signifikan. Ribuan warga di zona bahaya kini tengah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.
Kenaikan status level ini berlaku sejak Selasa malam, 20 Desember 2025 pukul 22:45 WIB, berdasarkan evaluasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Pihak berwenang menghimbau masyarakat untuk tidak mendekati kawah gunung dalam radius tertentu.
Situasi di kaki gunung Burni Telong, Bener Meriah, Aceh memanas sejak malam. Rangkaian gempa bumi beruntun, termasuk gempa vulkanik dangkal dan dalam, memicu kekhawatiran warga dan respon cepat dari pemerintah daerah.
Berdasarkan pengamatan visual dan instrumental, PVMBG akhirnya menaikkan status gunung api tersebut dari level II waspada ke level III siaga. Langkah ini di ambil sebagai antisipasi potensi erupsi besar yang diperkirakan bisa terjadi dalam kurun waktu dua pekan jika aktivitas terus berlanjut.
Kabid Kedaruratan dan Logistik Bener Meriah, Anwar Sahdi mengatakan bahwa pihaknya mendapatkan informasi bahwa guncangan gempa berkekuatan dua hingga empat magnitude dan getaran berulang kali sampai sepuluh guncangan.
Ia menyebut, pihaknya juga telah berkoordinasi dan melakukan rapat kilat dengan Sekda serta petugas PVMBG Bandung terkait bagaimana kondisi status gunung api Burni Telong ini. Gempa ini termasuk kategori gempa tektonik.
”Kami mendapat kabar surat resmi bahwa status gunung api Burni Telong dari level II waspada naik level III siaga, masyarakat yang berada di radius 5 kilometer diungsikan sementara.” kata Plt. Camat Timang Gajah, Andi Syahputra saat diwawancarai Nanggroe.media dilokasi pengungsian.
Dia mengatakan, warga yang diungsikan yaitu Kampung Pantan Pediangan dan Kampung Rembune, namun beberapa warga Kampung lain ikut panik dan ikut juga mengungsi.
”Potensi erupsi gunung api Burni Telong ini relatif masih jauh dikarenakan status aktif sudah mencapai 100 tahun lamanya.” Terangnya.
Kabid Darlog Bener Meriah, menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak perlu panik, yang mana apabila terdapat informasi soal status gunung api Burni Telong dapat melihat informasi resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Geologi (PVMBG).
Menyusul kenaikan status ini, proses evakuasi massal langsung dilakukan. Warga yang bermukim di Desa – desa dalam radius empat kilometer dari puncak gunung di ungsikan ke beberapa posko pengungsian sementara, salah satu nya di area Kampus Unsyiah Lampahan.


