ACEH TIMUR, NANGGROE.MEDIA – Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh Timur, Tgk H Thahir MD atau yang akrab disapa Waled Thahir, menyampaikan keprihatinannya atas dinamika yang berkembang di tengah masyarakat dalam beberapa hari terakhir, khususnya terkait isu dan dugaan fitnah yang menyeret Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, Senin (27/4/2026).
Waled Thahir menilai, beredarnya isu yang tidak berdasar dan diduga sengaja disebarkan oleh pihak tertentu telah memicu perpecahan di tengah masyarakat. Bahkan, sebagian warga mulai terpengaruh oleh informasi yang belum tentu kebenarannya.
“Sebagai ulama, kami sangat prihatin melihat kondisi ini. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk mengedepankan adab, menjaga persatuan, serta bersama-sama menciptakan stabilitas keamanan di Aceh Timur,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh Timur sebagai mitra strategis Pemerintah Daerah merasa terpanggil untuk mengingatkan masyarakat agar lebih selektif dalam menerima dan menyebarkan informasi, terlebih jika hanya bersumber dari isu yang belum terverifikasi.
“Segala sesuatu yang dibangun atas dasar fitnah tanpa bukti yang kuat tidak hanya merugikan pihak lain, tetapi juga berdampak buruk bagi kehidupan sosial. Dalam perspektif agama, penyebar fitnah tentu akan mendapatkan ganjaran dari Allah,” tegasnya.
Menurutnya, pemerintahan yang dipimpin oleh Iskandar Usman Al-Farlaky masih relatif baru berjalan, sehingga membutuhkan dukungan dan pengawalan bersama dari seluruh elemen masyarakat hingga akhir masa jabatan.
Waled Thahir juga mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi serta kembali memperkuat persatuan demi mendorong percepatan pembangunan, khususnya dalam pemulihan pasca bencana banjir yang melanda Aceh Timur.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk kembali bersatu, saling menghargai, dan tidak terpecah oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya, agar pembangunan di Aceh Timur dapat terus berjalan dengan baik,” pungkasnya


