NANGGROE.MEDIA | Ada pemimpin yang sekadar menjalankan pemerintahan, tetapi ada pula pemimpin yang berani mengambil langkah untuk mengubah wajah kotanya. Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H., sedang menapaki jalan itu melalui semangat penataan kota, pembenahan kawasan kumuh, dan penataan waduk demi mewujudkan Lhokseumawe yang lebih indah, tertata, dan nyaman bagi masyarakatnya.
Apa yang patut diapresiasi dari langkah Dr. Sayuti bukan semata-mata perubahan fisik yang terlihat oleh mata, melainkan keberanian untuk membenahi kawasan perkotaan dan menghadirkan perspektif baru tentang bagaimana sebuah kota seharusnya dibangun.
Beliau tidak sekadar menata ruang kota, tetapi sedang berupaya menata harapan tentang masa depan Lhokseumawe.
Penataan kawasan kumuh merupakan pekerjaan yang tidak sederhana. Dibutuhkan keberanian mengambil keputusan, perencanaan yang matang, dan komitmen untuk menghadirkan lingkungan yang lebih layak. Ketika kawasan yang sebelumnya kurang tertata mulai dibenahi, sesungguhnya ada pesan penting yang ingin ditegaskan: setiap sudut kota memiliki arti, setiap lingkungan memiliki potensi, dan setiap warga berhak menikmati kehidupan yang lebih baik.
Di sinilah kepemimpinan Dr. Sayuti patut memperoleh apresiasi. Keberanian memulai pembenahan merupakan langkah penting dalam perjalanan panjang membangun kota. Sebab, kota yang lebih baik tidak lahir dari keinginan untuk mempertahankan keadaan, melainkan dari kemauan untuk melakukan perubahan secara terarah dan berkelanjutan.
Pemimpin yang Berani Membenahi, Bukan Sekadar Menjanjikan
Membangun kota membutuhkan lebih dari sekadar gagasan. Dibutuhkan kemauan untuk turun ke persoalan nyata, menentukan prioritas, dan mendorong perubahan yang dapat dirasakan masyarakat.
Dalam semangat itulah, langkah Wali Kota Dr. Sayuti Abubakar membenahi kawasan perkotaan layak dipandang sebagai bagian dari ikhtiar membangun Lhokseumawe yang lebih modern dan manusiawi.
Penataan kawasan kumuh bukan sekadar persoalan mempercantik bangunan atau merapikan jalan. Lebih jauh, penataan tersebut menyangkut kualitas lingkungan, kesehatan masyarakat, keteraturan ruang, dan martabat kehidupan warga. Jika dilaksanakan dengan mengutamakan kepentingan masyarakat, pembenahan kawasan dapat menjadi fondasi penting bagi perubahan sosial yang lebih luas.
Pemimpin yang memiliki visi tidak hanya melihat persoalan sebagaimana adanya hari ini, tetapi juga melihat potensi yang dapat diwujudkan pada masa depan. Kawasan yang semula dipandang sebagai persoalan dapat menjadi ruang kehidupan yang lebih tertata. Lingkungan yang sebelumnya kurang mendapat perhatian dapat tumbuh menjadi bagian kota yang membanggakan.
Cara pandang seperti inilah yang penting dalam pembangunan Lhokseumawe, melihat peluang perubahan di tengah berbagai tantangan.
Menata Waduk, Mengembalikan Fungsi, Menghadirkan Kebanggaan
Perhatian terhadap penataan waduk juga menjadi bagian menarik dari perjalanan pembenahan kota. Waduk memiliki peran penting yang tidak boleh dipisahkan dari fungsi dasarnya. Karena itu, penataannya perlu mengutamakan pemulihan fungsi, kebersihan, kelestarian lingkungan, dan pengelolaan yang berkelanjutan.
Ketika kawasan waduk dibenahi dengan perencanaan yang baik, manfaatnya berpotensi melampaui aspek fisik. Lingkungan menjadi lebih terawat, wajah kota semakin tertata, dan masyarakat memperoleh ruang yang lebih baik untuk menikmati lingkungan sekitarnya.
Upaya seperti ini menunjukkan pentingnya melihat pembangunan secara menyeluruh. Kota tidak cukup hanya memiliki bangunan modern, tetapi juga membutuhkan ruang terbuka, kawasan hijau, dan infrastruktur yang berfungsi sebagaimana mestinya.
Dr. Sayuti patut diapresiasi atas arah pembenahan yang mendorong perhatian terhadap kawasan-kawasan tersebut. Harapannya, setiap langkah yang dimulai dapat terus dijaga konsistensinya sehingga menghasilkan perubahan yang nyata dan bertahan dalam jangka panjang.
Dr. Sayuti dan Ikhtiar Mewujudkan Kota yang Lebih Dicintai
Pada akhirnya, pembangunan adalah tentang meninggalkan jejak. Jejak itu tidak selalu berupa bangunan megah atau proyek besar. Terkadang, jejak kepemimpinan justru hadir melalui lingkungan yang semakin bersih, kawasan yang lebih tertata, waduk yang kembali diperhatikan, dan ruang kehidupan masyarakat yang semakin nyaman.
Dr. Sayuti Abubakar layak mendapatkan apresiasi atas upaya dan arah pembenahan kota yang sedang didorong. Tantangan pembangunan tentu tidak ringan, tetapi keberanian memulai perubahan merupakan bagian penting dari perjalanan menuju kota yang lebih baik.
Kini, harapan masyarakat tertuju pada keberlanjutan langkah tersebut: agar penataan kawasan kumuh semakin memperhatikan kelayakan hidup warga, agar waduk tetap terjaga fungsi dan lingkungannya, serta agar pembangunan kota terus bergerak dengan prinsip keterbukaan, kepedulian, dan kebermanfaatan.
Lhokseumawe tidak hanya membutuhkan seorang wali kota yang memimpin pemerintahan, tetapi juga pemimpin yang mampu menggerakkan harapan dan menumbuhkan kebanggaan terhadap kota sendiri.
Dan di tengah ikhtiar membenahi wajah perkotaan ini, Dr. Sayuti Abubakar sedang menghadapi sebuah kesempatan penting: menjadikan pembangunan sebagai warisan kerja yang dapat dikenang, dirasakan, dan dijaga bersama oleh masyarakat.
Sebab, pemimpin yang baik akan dikenang melalui pengabdiannya. Pemimpin yang bekerja dengan visi akan meninggalkan perubahan. Dan pemimpin yang membangun dengan menempatkan kepentingan masyarakat sebagai tujuan akan memperoleh sesuatu yang jauh lebih berharga daripada pujian, yaitu kepercayaan warganya.
Dr. Sayuti Abubakar dan masa depan Lhokseumawe, merapikan yang belum tertata, menghidupkan yang perlu dibenahi, serta merajut harapan menuju kota yang lebih indah, humanis, dan semakin dicintai.
Oleh: Muji Al-furqan

