JAKARTA, NANGGROE.MEDIA | Aksi aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk berisi kritik terhadap krisis iklim dan tingginya biaya hidup di Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), kawasan Menteng, Jakarta Pusat, berakhir dengan penurunan paksa oleh petugas pada pagi hari.
Petugas kepolisian bersama armada pemadam kebakaran (Damkar) dikerahkan ke lokasi untuk menurunkan para aktivis yang memanjat struktur monumen. Proses penurunan tersebut berlangsung sekitar pukul 08.00 WIB.
Dalam aksi tersebut, aktivis membentangkan spanduk berukuran besar berwarna kuning dengan tulisan “TANTANG KRISIS IKLIM, TURUNKAN BIAYA HIDUP.” Pesan tersebut menyoroti persoalan perubahan iklim yang semakin mendesak sekaligus tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat akibat tingginya biaya kebutuhan hidup.
Selain itu, spanduk lain yang terlihat di kawasan tersebut memuat tulisan “BENCANA MAKIN PARAH, HIDUP MAKIN SUSAH, APA KERJA PEMERINTAH?” Pesan ini menjadi bentuk kritik terhadap penanganan bencana dan dampak krisis lingkungan, serta mempertanyakan langkah pemerintah dalam merespons persoalan yang dihadapi masyarakat.
Tulisan-tulisan tersebut menyuarakan tuntutan agar pemerintah mengambil langkah nyata dalam menghadapi krisis iklim, memperkuat perlindungan masyarakat dari dampak bencana, serta mengupayakan kebijakan yang dapat meringankan beban biaya hidup.
Pemilihan Monumen Selamat Datang di Bundaran HI sebagai lokasi aksi juga membuat pesan tersebut mudah terlihat oleh masyarakat dan pengguna jalan. Kawasan itu merupakan salah satu titik strategis di ibu kota yang ramai dilalui kendaraan dan menjadi pusat aktivitas perkotaan.
Aksi ini kembali menyoroti hubungan antara krisis iklim, risiko bencana, dan tekanan ekonomi yang dihadapi masyarakat, sekaligus mendorong perhatian terhadap tuntutan penanganan lingkungan dan biaya hidup.

