ACEH TIMUR, NANGGROE.MEDIA – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga perdamaian Aceh dan mengisinya dengan pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Al-Farlaky saat menghadiri peringatan HUT Perdamaian Aceh ke-21 di Gampong Bintah, Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur, Jumat malam (14/8/2026).
Menurut Al-Farlaky, 21 tahun perdamaian Aceh merupakan momentum penting untuk mengingat kembali perjalanan panjang yang dilalui masyarakat Aceh. Perdamaian, kata dia, tidak lahir dengan mudah, melainkan melalui proses panjang yang diwarnai pengorbanan dan penderitaan.
“Bagaimana kita menyelesaikan persoalan yang masih ada? Apakah melalui kekerasan? Tidak. Kita sudah lama didera konflik, dan dampaknya dirasakan di seluruh sektor kehidupan masyarakat,” ujar Al-Farlaky.
Ia menilai berbagai persoalan yang masih tersisa dalam perjalanan perdamaian Aceh harus diselesaikan melalui mekanisme yang ada dan tetap mengedepankan jalan damai.
Bupati juga menyebut masih terdapat sejumlah hal yang perlu diperjuangkan, termasuk berkaitan dengan pembangunan dan kepentingan masyarakat Aceh. Karena itu, diperlukan evaluasi dan upaya bersama agar berbagai pekerjaan yang belum selesai dapat dituntaskan secara bertahap.
“Proses damai ini tidak mudah terwujud. Pembangunan juga tidak bisa dilakukan secepat kilat. Karena itu harus ada evaluasi, harus ada upaya bersama untuk menyelesaikan apa yang masih menjadi pekerjaan kita,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Al-Farlaky turut menegaskan perhatian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang belum tersentuh pembangunan, termasuk warga korban konflik.
Ia meminta jajaran PA dan KPA untuk terus memantau kondisi masyarakat di pelosok agar berbagai persoalan yang dihadapi warga dapat segera diketahui.
“Kalau ada rumah warga korban konflik yang belum tersentuh pembangunan, sampaikan kepada saya. Insyaallah akan kita bantu sesuai kemampuan dan kewenangan yang ada,” tegasnya.
Al-Farlaky juga mengajak masyarakat Aceh Timur mendukung upaya memperkuat kewenangan dan kekhususan Aceh, termasuk melalui proses revisi UUPA dan perjuangan untuk menjaga kesinambungan dana otonomi khusus.
Menurutnya, perjuangan kepentingan Aceh harus dilakukan secara bersama-sama tanpa mengorbankan persatuan.
“Kita tidak boleh lagi bertengkar sesama kita. Kita harus kompak, saling mendukung dan bersama-sama mengisi pembangunan Aceh,” ajaknya.
Ia menambahkan, peringatan hari perdamaian harus menjadi momentum edukasi bagi generasi muda agar memahami sejarah konflik dan proses lahirnya perdamaian Aceh.
“Generasi Aceh harus tahu sejarah. Jangan sampai mereka lupa bagaimana proses perdamaian ini lahir. Ini penting agar generasi kita memahami nilai perdamaian dan menjaganya,” katanya.
Al-Farlaky kemudian mengajak seluruh masyarakat menjadikan perdamaian sebagai fondasi utama pembangunan Aceh.
“Isi pembangunan dengan damai. Perang itu sangat mahal, tetapi lebih mahal lagi merawat perdamaian ini,” tukasnya.
Peringatan HUT Perdamaian Aceh ke-21 di Gampong Bintah turut dirangkai dengan doa bersama, santunan kepada ratusan anak yatim serta pertunjukan seni dan budaya Aceh.
Sejumlah seniman Aceh turut tampil, di antaranya pelantun lagu Mie Goreng, Abubakar AR dan Armawati AR. Ratusan warga juga menyaksikan pertunjukan Rapai Debus sebagai salah satu kesenian khas Aceh.


