ACEH TIMUR, NANGGROE.MEDIA – Bank Aceh Syariah menyerahkan dividen kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Timur sebesar Rp1.018.582.305 untuk tahun buku 2025. Penyerahan dilakukan di Pendopo Bupati Aceh Timur, Jumat (14/8/2026).
Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., mengapresiasi kontribusi Bank Aceh Syariah sekaligus meminta adanya strategi bersama untuk meningkatkan nilai dividen pada tahun-tahun mendatang.
Al-Farlaky mengatakan, pemerintah daerah telah melakukan penyertaan modal kepada Bank Aceh sehingga diharapkan dapat memberikan imbal hasil yang semakin besar bagi daerah.
“Setoran modal yang sudah dilakukan tentu kita harapkan dapat memberikan tambahan dividen bagi Aceh Timur. Maka kita harus mencari jalan keluarnya agar ke depan dividen yang kita terima bisa lebih baik dan lebih banyak,” kata Bupati.
Menurutnya, Bank Aceh Syariah sebagai bank milik daerah memiliki posisi strategis dalam mendukung perekonomian dan pembangunan di Aceh.
Karena itu, ia berharap komunikasi dan sinergi antara pemerintah daerah dengan Bank Aceh Syariah terus diperkuat sehingga memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
“Terima kasih atas kerja sama yang baik selama ini. Sinergi ini sangat baik dan harus kita pertahankan kembali, bahkan kita tingkatkan,” ujarnya.
Pada kegiatan tersebut, Bank Aceh Syariah Cabang Idi turut menyerahkan zakat perusahaan senilai Rp400 juta kepada Baitul Mal Kabupaten Aceh Timur.
Bupati menyambut positif kontribusi tersebut dan mengajak perusahaan serta lembaga keuangan lainnya untuk ikut menyalurkan zakat melalui Baitul Mal.
“Ini juga hal yang positif. Kita berharap jajaran perusahaan dan lembaga keuangan yang ada di Aceh Timur melakukan hal yang sama,” katanya.
Ia meminta Baitul Mal lebih aktif melakukan pendekatan kepada perusahaan dan lembaga usaha untuk menghimpun zakat, infak dan sedekah.
Di sisi lain, Al-Farlaky meminta jajaran pengelola keuangan daerah terus menggali potensi PAD. Optimalisasi aset pemerintah, menurutnya, harus menjadi bagian dari strategi meningkatkan pendapatan daerah.
“Semua potensi pendapatan daerah harus dihimpun sebanyak-banyaknya. Ini menjadi perhatian kita bersama agar pembangunan di Aceh Timur bisa terus kita gerakkan di segala sektor,” pungkasnya.


