ACEH TIMUR, NANGGROE.MEDIA – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., menegaskan bahwa persatuan merupakan kekuatan utama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pesan tersebut disampaikan Al-Farlaky saat melepas dan mengikuti Kirab Bendera Merah Putih sepanjang 81 meter dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI di kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten Aceh Timur, Jumat (14/8/2026).
Kirab diikuti Forkopimda, TNI, Polri, aparatur pemerintah daerah, mahasiswa, pelajar, organisasi kemasyarakatan serta masyarakat.
Menurut Al-Farlaky, keberagaman peserta yang terlibat menjadi gambaran bahwa semangat menjaga Indonesia harus menjadi tanggung jawab bersama.
“Kebersamaan yang ditampilkan dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa semangat menjaga Indonesia bukan menjadi tanggung jawab satu kelompok saja, melainkan seluruh elemen bangsa tanpa memandang suku, agama, profesi maupun latar belakang,” katanya.
Ia mengatakan, Kirab Merah Putih juga menjadi momentum untuk mengenang perjuangan dan pengorbanan para pahlawan yang telah merebut serta mempertahankan kemerdekaan.
Bupati menjelaskan, angka 81 pada panjang Bendera Merah Putih yang dikirab sengaja disesuaikan dengan usia kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini.
Sementara lebar bendera yang mencapai 8 meter menggambarkan bulan Agustus, bulan ketika bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.
Al-Farlaky juga mengingatkan masyarakat mengenai filosofi warna Merah Putih. Warna merah mencerminkan keberanian dan semangat pantang menyerah, sedangkan putih menggambarkan ketulusan, kejujuran dan kemurnian hati dalam mengabdi kepada bangsa dan negara.
“Menjaga Indonesia bukanlah tugas satu golongan, melainkan tanggung jawab seluruh elemen bangsa,” tegasnya.
Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat Aceh Timur mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang memberikan manfaat bagi daerah dan bangsa.
“Isi kemerdekaan dengan karya nyata, prestasi, disiplin dan pengabdian sesuai profesi dan tanggung jawab masing-masing,” ujar Al-Farlaky.
Ia berharap semangat persatuan yang ditampilkan melalui Kirab Merah Putih dapat terus dipelihara dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, persatuan dan kebersamaan menjadi modal penting untuk mewujudkan Aceh Timur yang maju, aman, sejahtera, religius dan berdaya saing.
Kirab dimulai dari Lapangan Upacara Pusat Pemerintahan Kabupaten Aceh Timur, mengelilingi kompleks pusat pemerintahan dan jalan protokol, sebelum kembali berakhir di tribun utama.


