“Aku Dipukul Woi” Teriak Salah Satu Massa Aksi Tolak Perbup

Nanggroe.net, Lhokseumawe | Demonstrasi yang dilakukan oleh Mahasiswa yang tergabung dalam EK LMND dan Aparatur Desa Melawan (ADAM) di kantor DPRK Aceh Utara Ricuh, Senin (29/03/2021).

Kericuhan tersebut berawal dari aksi dorong antara petugas dengan massa yang ingin mencoba masuk ke dalam Ruang Paripurna DPRK, massa kecewa karena DPRK yang hadir di Kantor pada hari itu cuma lima orang, padahal jumlah Anggota DPRK Aceh Utara berjumlah 45 orang.

Mereka ingin memparipurnakan sendiri agar Perbup Perbub No 3/2021 Tentang Tata Cara Pengalokasian Dana Gampong dicabut.

Baca Juga :

Ini Kata Anggota DPRK Aceh Utara, Zubir HT Saat Didemo Oleh ADAM-LMND

Setelah beberapa menit aksi saling dorong, situasi semakin panas sehingga pihak keamanan menarik beberapa demonstran keluar dari barisan sehingga sebagian peserta mengikuti rekannya dan di sana diduga sempat terjadi pukul pukulan.

Dalam video yang sempat diabadikan media Nanggroe.net terdengar salah seorang demonstran berteriak “Aku di pukul Woi”, Dan teriakan tersebut sempat terdengar lebih dari satu kali, selain itu juga terlihat masa aksi sempat tersungkur di atas tanah, dan satu diantaranya dibawa ke belakang gedung DPRK setempat guna meredam dan memecah konsentrasi kumpul massa.

Dilain kesempatan, Koordinator Lapangan, Munzir Abe di hadapan awak media mengungkapkan bahwa Brutality Police merupakan isu Internasional, bagaimana Polisi sering tidak terkendali dalam melakukan pengamanan massa aksi artinya polisi menjadi pemain utama ketika memukul.

Baca Juga :

Banyak Anggota DPRK Aceh Utara Tidak di Kantor, Pendemo Tidak Mau Pulang

“Seharusnya polisi padalah pihak keamanan yang menjamin kita hari ini, Alasan mengapa kita menerobos, karena demokrasi Aceh dimulai pada tahun 2005 ! ketika hari ini hanya 5 orang yang masuk ke Kantor pada hari senin bahwa perdamaian sudah di khianati dan perdamaian sudah di korupsi”, Sebut Munzir sambil megangkat kedua tangan nya menunjukan tiga jari.

Dengan nada kesal Munzir juga mengungkapkan bahwa demokrasi di Aceh tidak berjalan dengan baik, pihaknya juga menyatakan sikap atas brutalitas kepolisian.

Ia juga meminta kepada amnesti internasional untuk memasukan kasus ini kedalam kasus Brutality Police dan dirinya juga meminta kepada Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) untuk mendampingi jalannya aksi mereka.

“Dan kami meminta kepada NGO HAM untuk mendampingi gesekan hukum yang terjadi dalam aksi ini satu lagi kami meminta solidaritas masyarakat Internasional dan juga solidaritas masyarakat indonesia, Hidup Mahasiswa, Hidup Masyarakat Melawan”, Teriak Munzir yang di dampingi rekan nya.

Hot this week

Tindak Lanjut Survei Walikota, Tiga Rumah Tak Layak Huni di Lhokseumawe Mulai Dibangun

LHOKSEUMAWE, NANGGROE.MEDIA | Harapan warga untuk memiliki hunian yang...

T. Syahrial dan Ashabul Jamil Turun ke Lapangan, Sosialisasikan Penertiban Bangunan di Saluran Primer

LHOKSEUMAWE, NANGGROE.MEDIA | Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat...

Ajak Pelajar Tanam Pohon di Eks Karhutla, Video Bupati Siak Afni Zulkifli Malah Ditakedown

SIAK, NANGGROE.MEDIA | Bupati Siak, Afni Zulkifli, mempertanyakan alasan...

“Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah”, Pesan Greenpeace di Monumen Selamat Datang

JAKARTA, NANGGROE.MEDIA | Aksi aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk...

Hadi Gunawan Pimpin Demokrat NTB 2026-2031, Bawa Pengalaman Panjang di Kepolisian

MATARAM, NANGGROE.MEDIA | Hadi Gunawan dipercaya memimpin Dewan Pimpinan...

Topics

Tindak Lanjut Survei Walikota, Tiga Rumah Tak Layak Huni di Lhokseumawe Mulai Dibangun

LHOKSEUMAWE, NANGGROE.MEDIA | Harapan warga untuk memiliki hunian yang...

T. Syahrial dan Ashabul Jamil Turun ke Lapangan, Sosialisasikan Penertiban Bangunan di Saluran Primer

LHOKSEUMAWE, NANGGROE.MEDIA | Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat...

Ajak Pelajar Tanam Pohon di Eks Karhutla, Video Bupati Siak Afni Zulkifli Malah Ditakedown

SIAK, NANGGROE.MEDIA | Bupati Siak, Afni Zulkifli, mempertanyakan alasan...

“Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah”, Pesan Greenpeace di Monumen Selamat Datang

JAKARTA, NANGGROE.MEDIA | Aksi aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk...

Hadi Gunawan Pimpin Demokrat NTB 2026-2031, Bawa Pengalaman Panjang di Kepolisian

MATARAM, NANGGROE.MEDIA | Hadi Gunawan dipercaya memimpin Dewan Pimpinan...

Tak Hanya Terima Laporan, Sayuti Abubakar Tinjau Langsung Rumah Warga Tak Layak Huni

LHOKSEUMAWE, NANGGROE.MEDIA | Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar,...

Ny. Yulinda Kukuhkan 48 Bunda PAUD Gampong se-Kota Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE, NANGGROE.MEDIA | Bunda PAUD Kota Lhokseumawe, Ny. Yulinda...

Sayuti Abubakar Turun ke Lapangan, Pantau Pembangunan Infrastruktur Jalan di Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE, NANGGROE.MEDIA | Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar,...

Related Articles

Popular Categories