LHOKSEUMAWE, NANGGROE.MEDIA | Kebakaran hebat melanda permukiman warga di Komplek Pardede, Dusun Mutalahuddin, Desa Kampung Jawa Lama, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Selasa (5/5/2026) siang. Sedikitnya 77 unit rumah semi permanen dilaporkan hangus terbakar.
Peristiwa ini pertama kali diketahui sekitar pukul 12.30 WIB oleh seorang warga yang baru terbangun dan melihat api telah membesar di dalam rumah. Ia kemudian berteriak meminta pertolongan dan segera menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Kobaran api dengan cepat meluas akibat kondisi rumah yang berdempetan, cuaca panas, serta tiupan angin kencang dari arah laut. Proses pemadaman juga sempat terkendala akses jalan yang sempit dan padatnya permukiman warga.
BACA JUGA : Audiensi dengan Wamenkomdigi, Lhokseumawe Percepat Transformasi Digital dan Integrasi Command Center
Dalam upaya penanganan, Polres Lhokseumawe mengerahkan satu unit mobil water cannon untuk membantu menjinakkan api. Kapolres Lhokseumawe, AKBP Dr. Ahzan, S.H., S.I.K., M.S.M., M.H., turun langsung ke lokasi guna memantau situasi dan memastikan penanganan berjalan optimal.
“Kami mengerahkan satu unit water cannon untuk membantu pemadaman. Namun, akses jalan yang sempit serta padatnya rumah penduduk menjadi tantangan di lapangan,” ujar Kapolres.
Personel Polres Lhokseumawe bersama TNI, Brimob, dan tim pemadam kebakaran bahu-membahu memadamkan api. Sebanyak 10 unit armada pemadam dari berbagai instansi turut dikerahkan hingga api berhasil dikendalikan sekitar pukul 15.00 WIB.
Kapolres juga menyampaikan keprihatinan atas musibah tersebut serta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menjaga barang berharga di tengah situasi darurat.
“Kami turut prihatin atas kejadian ini. Personel kami juga disiagakan untuk membantu pengamanan dan menjaga harta benda warga agar tetap aman,” tambahnya.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting arus listrik.
Saat ini, proses pendataan korban masih dilakukan oleh instansi terkait, sementara aparat keamanan tetap bersiaga di lokasi guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas pascakebakaran.

