LHOKSEUMAWE, NANGGROE.MEDIA | Lembaga Pers Mahasiswa Hukum (LPMH) Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh (Unimal) menggelar diskusi Ngopi Kritis (Ngotis) dengan mengangkat tema “Negara Hukum di Bawah Bayang-Bayang Politik, Siapa yang Mengawasi Kekuasaan?” di Bundaran Fakultas Hukum Unimal, Rabu (14/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi bagi mahasiswa untuk membahas hubungan hukum dan politik, pengawasan terhadap kekuasaan, serta pentingnya kritik masyarakat dalam menjaga penyelenggaraan negara agar tetap berada dalam koridor hukum.
Diskusi menghadirkan tiga pemateri, yakni Muhammad Rahmat Suardi, S.T., Wakil Ketua Umum Akar Desa Indonesia, Ardiansyah Sinaga, S.H., Ketua Himpunan Magister Hukum Unimal, serta Al-Syah Nugraha, Kepala Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan dan Pemuda HMI Cabang Lhokseumawe-Aceh Utara.
Dalam pemaparannya, Muhammad Rahmat Suardi menekankan bahwa loyalitas kepada masyarakat harus menjadi prioritas dibandingkan kepentingan partai politik. Menurutnya, ruang kritik perlu tetap terbuka agar praktik politik tidak terlepas dari kepentingan publik.
Sementara itu, Ardiansyah Sinaga menjelaskan keterkaitan antara hukum dan politik dalam penyelenggaraan negara. Ia turut membahas prinsip pembagian kekuasaan melalui lembaga legislatif, eksekutif, dan yudikatif sebagai bagian penting dalam sistem ketatanegaraan.
Pembagian kekuasaan tersebut menjadi salah satu mekanisme untuk mencegah pemusatan kekuasaan. Dalam praktiknya, pengawasan antarlembaga dan keterlibatan masyarakat melalui kritik yang konstruktif diperlukan agar penyelenggaraan pemerintahan tetap berjalan sesuai dengan prinsip negara hukum.
Pada kesempatan yang sama, Al-Syah Nugraha menyampaikan pandangannya mengenai penyimpangan dalam praktik politik. Ia mengingatkan agar tindakan sejumlah oknum tidak dijadikan alasan untuk menggeneralisasi seluruh pelaku politik.
Menurutnya, persoalan politik perlu dilihat secara proporsional dengan menilai tindakan dan tanggung jawab masing-masing pihak, sehingga kritik yang disampaikan tetap objektif dan berlandaskan fakta.
Melalui kegiatan Ngotis, LPMH Unimal berupaya menghadirkan ruang dialog yang mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis terhadap berbagai persoalan hukum dan politik. Diskusi tersebut juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk bertukar pandangan serta memperluas pemahaman mengenai pengawasan kekuasaan dalam negara hukum.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat budaya diskusi kritis di lingkungan kampus sekaligus mendorong mahasiswa agar lebih aktif mengawal jalannya demokrasi dan penyelenggaraan kekuasaan demi kepentingan masyarakat.

