ACEH TIMUR, NANGGROE.MEDIA – Bunda PAUD Aceh Timur, Ny. Dr. Lismawani Iskandar Al-Farlaky, S.Pd., M.Ag., mensosialisasikan program wajib belajar 13 tahun kepada masyarakat saat meresmikan Gedung Revitalisasi TK Negeri Keupula Sa, Kecamatan Madat, Aceh Timur, Kamis (6/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Lismawani mengajak para wali murid dan masyarakat untuk menyamakan persepsi serta membangun komitmen lintas sektor dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak.
Ia menjelaskan, program wajib belajar 13 tahun mencakup satu tahun pendidikan prasekolah melalui PAUD atau TK sebelum anak memasuki jenjang pendidikan dasar dan menengah.
Menurutnya, pendidikan anak usia dini memiliki peran penting dalam memberikan rangsangan terhadap pertumbuhan dan perkembangan fisik maupun mental anak sehingga mereka lebih siap memasuki pendidikan dasar dan melanjutkan ke jenjang berikutnya.
“Untuk itu diperlukan para guru yang berkualitas mencakup empat kompetensi utama, yaitu pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional,” ujar Lismawani.
Selain kompetensi, guru PAUD juga diharapkan memahami psikologi perkembangan anak, memiliki kesabaran dan kreativitas, serta terus meningkatkan kemampuan melalui proses belajar sepanjang hayat.
Lismawani menilai pendidikan prasekolah menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi yang memiliki fondasi kuat sebelum memasuki pendidikan dasar.
Karena itu, ia mengajak orang tua untuk tidak mengabaikan pendidikan anak pada usia dini dan memastikan anak mendapatkan layanan PAUD yang berkualitas.
“Pendidikan anak usia dini adalah jenjang pendidikan bagi anak yang fokus utamanya adalah memberi rangsangan atau stimulus pertumbuhan dan perkembangan fisik serta mental agar anak siap masuk sekolah dasar serta melanjutkan jenjang pendidikan berikutnya,” jelasnya.
Ia berharap sosialisasi tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pendidikan prasekolah sekaligus memperkuat dukungan terhadap program wajib belajar 13 tahun.
Lismawani menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan anak membutuhkan keterlibatan semua pihak, baik keluarga, sekolah, masyarakat maupun pemerintah.
Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang mampu membentuk generasi emas Indonesia yang sehat, cerdas, berkarakter, kreatif, mandiri, dan berakhlak mulia.


