BANDA ACEH, NANGGROE.MEDIA | Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H., resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Aceh periode 2026-2031.
Proses pendaftaran dilakukan pada hari Selasa 11 Agustus 2026, di Kantor DPD Partai Demokrat Aceh, Banda Aceh, dalam rangkaian tahapan pendaftaran yang berlangsung pada 5-11 Agustus 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Sayuti menegaskan bahwa keputusannya maju sebagai bakal calon Ketua DPD Partai Demokrat Aceh bukan semata-mata atas kepentingan pribadi.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk memperkuat konsolidasi dan membangun Partai Demokrat di Aceh
“Saya tidak bisa sendiri. Ini merupakan ikhtiar bersama seluruh Ketua DPC yang terus memberikan semangat dan dukungan kepada saya sehingga saya maju sebagai bakal calon Demokrat Aceh,” ujar Sayuti
Menurutnya, dukungan tersebut bukan sekadar bentuk dukungan terhadap seorang figur, tetapi juga merupakan bagian dari semangat bersama untuk membawa Partai Demokrat Aceh semakin solid, kuat dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Sayuti menilai konsolidasi internal menjadi hal penting dalam menghadapi dinamika politik ke depan. Karena itu, semangat kebersamaan antara DPD, DPC hingga seluruh kader harus terus diperkuat.
Ia juga mengapresiasi para Ketua DPC yang telah memberikan kepercayaan dan dorongan kepadanya. Menurut Sayuti, kepercayaan tersebut merupakan amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita membangun kebersamaan. Partai ini tidak bisa dibangun oleh satu orang. Partai Demokrat Aceh harus dibangun bersama-sama oleh seluruh kader,” katanya
Lebih lanjut, Sayuti berharap proses Musda Partai Demokrat Aceh dapat berlangsung secara demokratis, tertib dan mengedepankan kepentingan partai. Ia menegaskan bahwa siapa pun yang nantinya mendapat amanah harus mampu merangkul seluruh kader dan membangun kekuatan partai secara bersama.
Baginya, maju sebagai bakal calon Ketua DPD Demokrat Aceh bukan sekadar mengejar sebuah posisi, tetapi merupakan bentuk kesiapan untuk mengabdikan diri dan ikut membesarkan Partai Demokrat di Aceh.
“Ini bukan tentang saya, tetapi tentang bagaimana kita bersama-sama membangun Demokrat Aceh agar semakin solid, semakin kuat dan semakin dekat dengan masyarakat,” pungkasnya



