ACEH TENGAH, NANGGROE.MEDIA | Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat melalui pembangunan infrastruktur dengan melaksanakan prosesi adat peusijuek (pesejuk) sebagai tradisi untuk mendoakan sebelum jembatan digunakan, jembatan modular jenis Bailey di Desa Owaq, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, Minggu (03/05/2026).
Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 13.30 WIB tersebut dipimpin oleh Komandan Koramil 05/Linge, Lettu Inf Muklis, mewakili Dandim 0106/Aceh Tengah Letkol Inf Raden Herman Sasmita. Kehadiran jembatan ini menjadi solusi atas keterbatasan akses transportasi yang selama ini dihadapi warga di wilayah pedalaman.
Suasana berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, dihadiri unsur pemerintah daerah dan aparat keamanan, di antaranya perwakilan Bupati Aceh Tengah melalui Asisten Perekonomian, perwakilan Dandim 0106/Aceh Tengah, Kepala BNPB Aceh Tengah, Dinas Pekerjaan Umum, Camat Linge, Kapolsek Linge, serta unsur TNI dari Zidam Iskandar Muda dan Yon TP 854/DK.
Selain itu, tokoh masyarakat, para kepala desa, mukim, tokoh agama, tokoh pemuda, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta masyarakat Kemukiman Wih Dusun Jamat turut hadir dan menyambut antusias pelaksanaan peusijuek jembatan tersebut.
Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan prosesi adat tepung tawar (peusijuek) sebagai bentuk rasa syukur masyarakat atas selesainya pembangunan jembatan. Usai prosesi adat, dilakukan uji coba lintas pertama oleh kendaraan roda empat yang dipimpin unsur Muspika sebagai tanda jembatan telah dapat digunakan oleh masyarakat.
Dalam sambutannya, Dandim 0106/Aceh Tengah Letkol Inf Raden Herman Sasmita melalui Lettu Inf Muklis menyampaikan bahwa pembangunan jembatan Bailey ini merupakan bagian dari peran aktif TNI dalam membantu pemerintah daerah mengatasi kesulitan masyarakat.
“Jembatan ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga, mempermudah distribusi hasil pertanian, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Ini adalah wujud nyata kehadiran TNI di tengah rakyat,” ujarnya.
Ia menambahkan, selain menjaga kedaulatan negara, TNI juga memiliki tanggung jawab sosial untuk berkontribusi dalam pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di daerah terpencil.
Perwakilan masyarakat Kemukiman Wih Dusun Jamat menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pembangunan jembatan tersebut. Menurut mereka, kehadiran jembatan Bailey sangat membantu aktivitas sehari-hari, terutama dalam menghubungkan antarwilayah yang sebelumnya sulit diakses.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Pelaksanaan peusijuek ini menjadi wujud rasa syukur sekaligus penanda dimanfaatkannya jembatan oleh masyarakat, serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan infrastruktur di daerah.

