BENER MERIAH, NANGGROE.MEDIA | Sejumlah kawanan gajah liar kembali datang meresahkan warga di kawasan pemukiman transmigrasi SP 1 Jalung, Desa Blang Rakal, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh.
Dilaporkan sebanyak 16 ekor gajah memasuki area pemukiman dan merusak tanaman milik warga, peristiwa ini berlangsung pada Minggu, 12 April 2026 dini hari.
Kedatangan satwa liar ini tidak hanya menyebabkan kerugian materil, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan masyarakat setempat. Warga mengaku aktivitas kawanan gajah liar sudah berlangsung lebih dari sepekan terakhir di sekitar permukiman warga.
Salah seorang warga, Nurcholis mengatakan bahwa masyarakat hanya mampu mengusir gajah dengan peralatan seadanya. “Kami hanya bisa mengusir dengan menggunakan alat apa adanya,” ucapnya.
Menurutnya, kondisi ini membuat warga kewalahan mengingat gajah merupakan hewan dilindungi yang tidak bisa ditangani sembarangan. Upaya pengusiran yang dilakukan secara mandiri dinilai belum efektif untuk menghalau kawanan gajah liar keluar dari area pemukiman.
Warga lainnya juga menyampaikan hal yang sama, mereka selalu berharap agar pemerintah segera turun tangan secara serius dalam menangani persoalan ini. Masyarakat meminta adanya langkah konkret dan terkoordinasi guna mencegah konflik berkepanjangan antara manusia dan satwa liar ini yang telah berlangsung lama.
Situasi ini menjadi perhatian penting bagi semua pihak elemen, mengingat potensi konflik antara manusia dan gajah liar dapat membahayakan kedua belah pihak serta berdampak pada keberlangsungan lingkungan di wilayah tersebut. Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan segera mengambil tindakan cepat dan tepat untuk mengatasi persoalan ini.


