NANGGROE.MEDIA, BENER MERIAH | Aliran sungai di Kampung Lampahan Timur, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, Aceh kembali meluap pada Kamis, 19 Maret 2026 dini sore.
Air yang meluap mengikis bantaran sungai hingga air memasuki ke Meunasah serta jalan lintas nasional Bireuen – Takengon ikut terendam.
Sebelumnya, pada 26 November 2026 lalu, Kampung Lampahan Timur menjadi wilayah terdampak banjir bandang yang mengakibatkan puluhan rumah warga rusak berat dan tempat sarana ibadah ikut terendam serta memutus akses jalan lintas nasional.
Kondisi banjir susulan ini membuat warga sekitar mulai merasakan panik, apalagi menjelang hari besar umat Islam (lebaran Idul Fitri).
Pantauan Nanggroe.media saat berada dilokasi kondisi air saat ini mulai mengecil, namun bantaran sungai kini terkikis akibat derasnya air. Tak hanya sungai di lokasi Lampahan Timur, sungai yang berada di Lampahan Induk tepatnya disamping MIN 8 Bener Meriah ikut meluap akibatnya pengendara tidak bisa melintas.
Salah seorang warga setempat kepada Nanggroe.media mengatakan, air sungai meluap pada sore hari akibatnya air yang meluap memasuki Meunasah.
”Ya air masuk Meunasah, tanah pinggiran sungai pun tergerus banjir. Kami khawatir kalau tidak ditangani bantaran aliran sungai ini,” ujar salah seorang warga.
Sementara itu, Komandan Koramil 03/TG, Kapten Inf. Takdir Annur mengatakan, bahwa anggota Koramil 03/TG saat air sungai meluap melakukan kegiatan siaga dilokasi dan monitoring arus, debit, dan ketinggian air sungai.
Kapten Takdir Annur menyebut, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kesiapsiagaan personel dalam menghadapi kemungkinan bencana banjir yang terjadi.
”Nantinya para personel dapat dengan cepat dan tepat menghadapi segala kemungkinan yang terjadi saat bencana,” kata Danramil.
Seperti diketahui bersama, pascabencana beberapa waktu yang lalu, sungai-sungai banyak mengalami pendangkalan, sehingga apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi banyak sungai-sungai yang meluap.
Danramil menghimbau kepada warga masyarakat, apabila hujan turun dalam intensitas yang cukup tinggi, untuk tetap mencari tempat perlindungan yang aman atau mengungsi terlebih dahulu sampai situasi bisa dikatakan benar-benar aman, demikian (**).


