JAKARTA, NANGGROE.MEDIA | Senator DPD RI asal Aceh, Azhari Cage, S.IP, meminta aparat keamanan untuk menindak tegas pelaku dugaan tindak kekerasan terhadap warga asal Aceh yang bekerja di SPPG Rajamandala Kulon 2, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Peristiwa dugaan penganiayaan dan pengeroyokan tersebut dialami oleh seorang warga Aceh bernama Muhammad Khatami Maulana yang bertugas sebagai Kepala SPPG, pada Sabtu (2/5/2026) sekitar pukul 20.45 WIB.
“Kita minta aparat keamanan menindak tegas. Jangan sampai kasus seperti ini terus terulang di masa depan,” ujar Azhari Cage di Gedung DPD RI, Jakarta, Senin (4/5/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula di area dapur tempat korban bekerja. Saat itu, korban berada di lokasi bersama seorang penanggung jawab dapur (PIC) dari pihak mitra. Situasi yang awalnya normal berubah menjadi aksi kekerasan ketika dua pria yang datang menggunakan kendaraan roda empat secara tiba-tiba melakukan penyerangan.
Korban yang tidak mengetahui persoalan yang melatarbelakangi kedatangan pelaku justru menjadi sasaran kekerasan setelah pelaku gagal menemukan pihak yang dituju. Meski telah berupaya menjelaskan bahwa dirinya tidak terkait dengan permasalahan tersebut, pelaku tetap melakukan tindakan kekerasan.
Akibat kejadian itu, korban mengalami luka fisik, terutama di bagian kepala, dan telah mendapatkan penanganan medis. Insiden ini menimbulkan kekhawatiran terkait keselamatan pekerja serta pentingnya perlindungan hukum di lingkungan kerja.
Informasi awal menyebutkan bahwa insiden diduga berkaitan dengan persoalan pribadi antara pelaku dan pihak mitra kerja terkait proyek di luar aktivitas dapur. Selain itu, pelaku diduga datang dalam kondisi dipengaruhi alkohol.
Disebutkan pula bahwa kedua pelaku terdiri dari satu orang yang diduga oknum aparat dan satu orang warga sipil. Namun, informasi tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Peristiwa ini telah dilaporkan ke Kepolisian Sektor setempat. Diharapkan aparat penegak hukum dapat menangani kasus ini secara profesional, transparan, dan akuntabel, serta memberikan perlindungan maksimal kepada korban.
“Kami mengecam segala bentuk kekerasan dan mendesak agar proses hukum berjalan secara adil tanpa pandang bulu,” tegas Azhari Cage.
Ia juga menyoroti bahwa program makan bergizi gratis merupakan program Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
“Jika ada pihak yang bertindak melawan hukum terhadap pekerja dalam program tersebut, berarti telah mengganggu program pemerintah. Aparat harus mengambil tindakan tegas,” ujarnya.
“Saya meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas dan menghukum pelaku pengeroyokan terhadap warga Aceh yang menjadi Kepala SPPG di Cipatat, Jawa Barat,” pungkasnya.

