LHOKSEUMAWE, NANGGROE.MEDIA – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Lhokseumawe menegaskan komitmennya dalam mendukung keberlanjutan serta optimalisasi program pembangunan Waduk Kota Lhokseumawe.
Dukungan tersebut dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat infrastruktur kota yang tangguh terhadap bencana sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Waduk Kota Lhokseumawe tidak hanya dipandang sebagai proyek fisik semata, melainkan sebagai bagian penting dari sistem drainase perkotaan. Dalam upaya optimalisasi, terdapat tiga fokus utama yang menjadi perhatian bersama.
Pertama, fungsi pengendalian banjir melalui optimalisasi operasional pompa air dan pintu air waduk guna meminimalkan risiko genangan, terutama saat curah hujan tinggi yang kerap berdampak pada kawasan permukiman dan pusat aktivitas ekonomi.
Kedua, revitalisasi ekosistem dengan melakukan pengerukan sedimen secara berkala serta pembersihan tanaman eceng gondok. Langkah ini penting untuk menjaga kapasitas tampung air sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan di sekitar waduk.
Ketiga, pemberdayaan ekonomi berbasis sport tourism dengan mengembangkan kawasan waduk sebagai destinasi wisata religi, olahraga, dan kuliner. Upaya ini diharapkan mampu membuka peluang usaha baru serta menyerap tenaga kerja lokal.
PC PMII Lhokseumawe juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung keberhasilan program tersebut.
Selain dukungan anggaran dari pemerintah daerah, keterlibatan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam kegiatan gotong royong, serta kesadaran masyarakat menjaga kebersihan saluran air, menjadi faktor kunci.
“Waduk ini merupakan aset vital bagi kota. Dukungan kolektif masyarakat sangat dibutuhkan, terutama dalam menjaga agar sampah tidak menyumbat aliran air. Kami ingin kawasan waduk menjadi wajah baru Lhokseumawe yang asri, produktif, dan bernilai ekonomi,” ujar Sekretaris PC PMII Lhokseumawe.
Ke depan, sejumlah program pengembangan turut disiapkan untuk memperkuat fungsi waduk secara berkelanjutan. Di antaranya pemasangan sensor debit air berbasis digital untuk pemantauan ketinggian air secara real-time, penataan pedagang kaki lima (PKL) agar lebih tertib dan higienis, serta penghijauan kawasan melalui penanaman pohon pelindung guna menciptakan ruang terbuka hijau (RTH) yang nyaman.
Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, aparat, dan masyarakat, Waduk Kota Lhokseumawe diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka panjang dalam penanganan banjir, tetapi juga mampu bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat kota yang dikenal sebagai “Kota Petro Dollar”.

