LHOKSEUMAWE, NANGGROE.MEDIA – Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) bersama Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kota Lhokseumawe menggelar kegiatan trauma healing bagi anak-anak terdampak bencana di Gampong Ujong Pacu, Jumat (24/4).
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bunda PAUD Kota Lhokseumawe, Ny. Yulinda Sayuti, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan dan pemulihan psikologis anak pascabencana, baik yang terjadi di lingkungan rumah tangga maupun di luar rumah.
Dalam sambutannya, Yulinda menekankan bahwa trauma pada anak tidak boleh dianggap sepele, karena dapat memengaruhi perkembangan mental, emosional, dan sosial mereka dalam jangka panjang.
“Penanganan trauma harus dilakukan secara serius, terarah, dan berkelanjutan. Trauma healing menjadi salah satu langkah penting agar anak-anak dapat kembali pulih dan menjalani kehidupan dengan rasa aman,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pendampingan psikologis yang tepat akan membantu anak-anak membangun kembali kepercayaan diri serta menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi tumbuh kembang mereka.
Kegiatan ini turut melibatkan Forum Anak Lhokseumawe Kreatif (FALAK) sebagai bentuk partisipasi aktif anak dalam proses pemulihan. Peserta kegiatan terdiri dari anak-anak PAUD di Gampong Ujong Pacu dan Cot Trieng, yang merupakan wilayah terdampak cukup parah akibat banjir yang melanda Kota Lhokseumawe pada tahun lalu.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Anak-anak tampak antusias mengikuti setiap rangkaian acara, mulai dari sesi berbagi cerita hingga permainan interaktif yang dirancang untuk membantu mereka mengekspresikan emosi dan mengurangi beban psikologis.
Momen keceriaan semakin terasa ketika Yulinda Sayuti turut berbaur, mengajak anak-anak bermain dan bergerak bersama. Interaksi tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan rasa nyaman serta membantu anak-anak kembali merasakan kebahagiaan.
Kegiatan trauma healing ini menghadirkan dua sesi utama, yaitu psikoedukasi mengenai trauma pascabencana yang disampaikan oleh Bunda PAUD Kota Lhokseumawe, serta sesi praktik teknik relaksasi dan manajemen stres oleh konselor Addina Kamila, S.Psi dan Ahmad Reyhan, S.Psi. Kegiatan tersebut turut dibuka oleh Nofayana, ST, MAP.
Kepala DP3AP2KB Kota Lhokseumawe, Salahuddin, S.ST., M.S.M, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan layanan perlindungan anak berbasis wilayah terdampak.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa pemulihan psikologis anak berjalan optimal. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kapasitas para pendamping agar lebih siap dalam menangani kondisi anak pascabencana,” jelasnya.
Pemerintah Kota Lhokseumawe mengapresiasi sinergi seluruh pihak yang terlibat dan menegaskan bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, keluarga, dan masyarakat.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan anak-anak dapat pulih secara mental dan emosional, serta tumbuh dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah anak sebagai generasi penerus bangsa.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris DP3AP2KB Kota Lhokseumawe Ny. Nurhayati, S.Ag, Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak (PPPKA) Susilawati, S.Pi, Kepala Bidang Kualitas Hidup Perempuan Intan Sofia, SE., M.Kesos, Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Yusmarliana, SKM, serta pengurus Bunda PAUD Kota Lhokseumawe.


