JAKARTA, NANGGROE.MEDIA – Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan sebanyak 841 kapal dengan total kapasitas angkut sekitar 3,2 juta penumpang untuk melayani masyarakat selama masa Angkutan Laut Lebaran 2026.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, pemerintah memastikan kesiapan armada kapal serta pelayanan di pelabuhan guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama periode mudik dan arus balik Lebaran.
“Khusus untuk operasional angkutan laut Lebaran, pemerintah telah menyiapkan 841 kapal dengan total kapasitas angkut mencapai sekitar 3,2 juta penumpang. Oleh sebab itu, pemerintah memastikan kesiapan armada dan layanan pelabuhan untuk mendukung kelancaran perjalanan masyarakat selama periode Lebaran,” ujar Menhub, Jumat (6/3/2026).
Menhub menjelaskan, moda transportasi laut memiliki peran strategis, terutama dalam melayani wilayah kepulauan, daerah terpencil, terluar, dan perbatasan. Karena itu, Kemenhub telah melakukan berbagai langkah untuk memastikan layanan angkutan laut dapat berjalan optimal.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah pelaksanaan uji kelaiklautan kapal yang mencakup berbagai jenis armada, mulai dari kapal penumpang, kapal penyeberangan, kapal cepat, kapal tradisional hingga kapal wisata. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap perlengkapan keselamatan serta kompetensi awak kapal guna memastikan standar keselamatan pelayaran terpenuhi.
Menhub menegaskan bahwa aspek keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran 2026, mengingat tingginya mobilitas masyarakat pada periode tersebut.
“Kita harus memastikan bahwa layanan angkutan laut selama Lebaran berlangsung aman, selamat, nyaman, tertib, dan lancar. Untuk kesekian kalinya saya menegaskan, tidak ada kompromi terhadap aspek keselamatan,” tegasnya.
Selain kesiapan armada, Kemenhub juga meminta agar sarana dan prasarana pelabuhan terus ditingkatkan. Fasilitas yang perlu diperhatikan antara lain terminal penumpang, ruang tunggu, fasilitas kesehatan, hingga sistem informasi yang mudah diakses oleh masyarakat.
Kelancaran operasional juga akan dijaga melalui pengaturan jadwal kapal secara disiplin, penambahan kapasitas jika diperlukan, serta optimalisasi manajemen lalu lintas kapal. Pemerintah juga memperkuat koordinasi dengan operator pelayaran dan seluruh pemangku kepentingan terkait.
Lebih lanjut, Menhub mengingatkan agar pelayanan kepada masyarakat dilakukan secara humanis dan inklusif, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil, serta anak-anak.
“Kualitas penyelenggaraan angkutan Lebaran tidak hanya ditentukan oleh kesiapan sarana dan prasarana, tetapi juga oleh integritas seluruh jajaran Kementerian Perhubungan. Tanpa integritas, kerja-kerja teknis yang baik sekalipun dapat kehilangan maknanya,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, pemerintah juga kembali menghadirkan program tiket gratis sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat sekaligus stimulus ekonomi. Program ini menyediakan kuota lebih dari 66 ribu penumpang.
Pendaftaran mudik gratis dibuka mulai 6 Maret 2026, dengan periode keberangkatan antara 11 Maret hingga 6 April 2026.
Selain itu, pemerintah juga memberikan diskon tarif sebesar 30 persen untuk seluruh trayek kapal Public Service Obligation (PSO) milik PT Pelni kelas ekonomi, yang mencakup lebih dari 445 ribu tiket.
“Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung distribusi arus mudik yang lebih merata,” kata Menhub.


