BANDA ACEH, NANGGROE.MEDIA | Realisasi keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) Tahun 2026 hingga akhir April mencapai 23,27 persen atau sekitar Rp2,7 triliun dari total pagu Rp11,6 triliun. Capaian ini melampaui target yang ditetapkan sebesar 21,40 persen, dengan deviasi positif +1,87 persen.
Realisasi fisik juga menunjukkan tren positif. Hingga April, capaian fisik tercatat sebesar 26,3 persen, lebih tinggi dari target 24,4 persen, atau mengalami deviasi positif yang sama sebesar +1,87 persen.
Data ini menunjukkan bahwa pelaksanaan program dan kegiatan pemerintah berjalan lebih cepat dari rencana pada empat bulan pertama tahun anggaran.
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Teuku Kamaruzzaman (Ampon Man), menyampaikan bahwa Pemerintah Aceh menargetkan realisasi keuangan pada akhir Mei 2026 dapat mencapai 29,28 persen.
Target tersebut sejalan dengan upaya percepatan pelaksanaan kegiatan di seluruh Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA).
Berdasarkan rincian per SKPA, sejumlah instansi mencatat deviasi positif signifikan. Di antaranya Badan Kepegawaian Aceh (BKA) dengan deviasi +15,81 persen, Badan Pengelolaan Keuangan Aceh (BPKA) +10,66 persen, serta Biro Kesejahteraan Rakyat (Ro. Kesra) +10,43 persen.
Selain itu, Dinas Pendidikan dan beberapa unit lainnya juga menunjukkan capaian di atas target.
“Namun demikian, masih terdapat beberapa SKPA yang realisasinya berada di bawah target. Kondisi ini menjadi perhatian untuk dilakukan percepatan pelaksanaan kegiatan pada bulan-bulan berikutnya,” ujar Ampon Man.
Secara umum, kinerja realisasi APBA hingga April 2026 mencerminkan tren positif, meskipun masih terdapat ketimpangan capaian antar-SKPA.
Pemerintah Aceh diharapkan terus mendorong optimalisasi penyerapan anggaran guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah serta memastikan program pembangunan berjalan sesuai rencana.

