
NANGGROE.MEDIA | Warga asal Ponorogo di Korea Selatan aktif tergabung dalam paguyuban seperti Singo Mudho Korea (Gimhae) dan Paguyuban Bumi Reyog Ponorogo (Ansan) tradisi ini bangun untuk melestarikan budaya.
Kelompok Paguyuban asal Ponorogo, Indonesia ini rutin menampilkan Reog, baik untuk mengobati rindu, mempererat persaudaraan sesama perantau, maupun tampil di ajang budaya internasional di Korea Selatan.
Sebelumnya, Paguyuban Singo Mudho Korea Gimhae tampil memukau di ajang internasional The 28th Jinju Masked Dance and Drama Festival 2025 di Jinju, Korea Selatan.
Dengan suara gemuruh gendang, suara gamelan dan gagahnya dadak merak, Reog berhasil mencuri perhatian ribuan penonton mancanegara.
Meski jauh dari tanah kelahiran, semangat menjaga warisan tidak pernah padam. Inilah bukti nyata bahwa Reog Ponorogo bukan hanya milik Ponorogo, tapi milik dunia.
Paguyuban Reog di Korea Selatan
• Paguyuban Singo Mudho Korea (Gimhae), sering menampilkan kesenian Reog di berbagai acara.
• Paguyuban Bumi Reyog Ponorogo (Ansan), salah satu wadah ajang silaturahmi bagi pekerja migran asal Ponorogo.
Aktivitas tradisi budaya Kejawaan ini bertujuan yaitu mengadakan pertunjukan Reog di Korea untuk mempromosikan budaya bangsa Indonesia.
Kita ketahui bersama, bahwa Paguyuban Reog ini menjadi simbol kebersamaan dan cinta tanah air bagi warga Ponorogo yang merantau di Korea Selatan.



Komentar