BENER MERIAH, NANGGROE.MEDIA | Sebanyak lima unit Hunian Sementara (Huntara) di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, kawasan Dry Port Ketipis, Kampung Kute Kering, Kecamatan Bukit, dilaporkan rusak parah akibat diterjang angin puting beliung, peristiwa ini terjadi pada Selasa, 24 Maret 2026 pukul 11:30 siang.
Lima unit bangunan Huntara yang mengalami kerusakan itu pada bagian Blok A6 sampai A10 yang dihuni oleh warga korban bencana banjir bandang pada akhir November 2025 lalu.
Berikut 5 nama menempati Huntara :
• Sabuddin (60)
• Joko Santoso (32)
• Supardi (45)
• Muhammad S (36)
• Edi Susanto (45)
Menurut keterangan sumber yang dihimpun Nanggroe.media, bahwa sebanyak lima Kepala Keluarga (KK) yang menempati Huntara, kelima Huntara tersebut mengalami kerusakan akibat angin puting beliung pada pukul 11:30 WIB.
”Malam ini tidak ada yang menginap di Huntara Ketipis, karena mereka tidak berani dan takut angin kencang datang kembali,” kata salah seorang tokoh masyarakat bernama Swandris Zeta.
Sebelumnya, Swandris Zeta mengatakan, saat hendak masuk ke Huntara itu ada yang mengalami kesurupan, yang mana mengatakan ”jangan ditempati tempat kami ini tempat shalat kami.”
”Apakah tidak ada berdoa dulu sebelum dibangunnya Huntara disini untuk meminta izin dari penghuninya ? Kelima KK itu minta dipindahkan ke lokasi Huntara yang lainnya,” tuturnya.

