NANGGROE.MEDIA, ACEH TENGAH | Pasca dilanda bencana alam banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah wilayah Kabupaten Aceh Tengah, beberapa jembatan yang merupakan akses transportasi masyarakat dilaporkan mengalami kerusakan parah.
Salah satunya jembatan yang mengalami kerusakan serius yaitu berada di wilayah Kecamatan Linge, Aceh Tengah. Untuk memperlancar akses transportasi warga, anggota Koramil 05/Linge dpp bersama 10 pers Yon TP 854/DK, relawan Hands Foundation, relawan Jagong Jeget tanpa batas serta masyarakat Reje Payung dan Jamat melakukan pembuatan jembatan apung di wilayah tersebut. Senin, 19 Januari 2026 dini hari.
Diketahui, beberapa Desa yang berada di Kecamatan Linge seperti Desa Jamat dan Desa Reje Payung sebelumnya dilaporkan terisolir akibat terputusnya jembatan.
Dalam hal ini, anggota TNI bersama relawan dan masyarakat berjibaku melakukan penanganan akibat dampak bencana alam.
Pembuatan jembatan apung yang dilakukan ini memiliki ukuran panjang 74 meter dan lebar 1,5 meter persegi. Jembatan ini juga termasuk akses transportasi warga atau kendaraan untuk mengangkut logistik, hasil panenan petani dan juga sebagai evakuasi masyarakat yang mengalami sakit.
Berikut data kegiatan pembuatan jembatan apung :
1. Drump plastik 50 bh
2. Seling besar 20 miki lintasan penahan beban 130 meter
3. Seling sedang 12 mili pengikat drump 125 meter
4. Besi 8 mili pengikat drump ke glogor 100 meter
5. Besi 6 mili pengunci drump 50 meter
6. Kawat ikat 10 gulung
7. Paku 5 inc 2 kotak
8. Paku 4 inc 2 kotak
9. Katu broti glogor, balok dan papan lantai
10. Alat perlengkapan lain
Tahap pengerjaan ini kini telah mencapai 70 persen, demikian (**).



Komentar