Berikut Keterangan Akademisi Universitas Syiah Kuala Terkait Lubang Raksasa Sinkhole di Aceh Tengah

Foto : Gambar lubang raksasa (sinkhole) di Pondok Balik, Kec. Ketol, Kab. Aceh Tengah, Aceh melalui via udara.

NANGGROE.MEDIA, ACEH TENGAH | Akademisi Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, memberikan statment terkait soal lubang raksasa di kawasan Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah. Sabtu, 07 Februari 2026.

Fenomena lubang raksasa yang terus melebar itu, menurut Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh, bukanlah lubang ambles atau sinkhole sebagaimana yang dikhawatirkan selama ini.

Lubang yang kini luasnya telah mencapai lebih dari 30.000 meter persegi atau sekitar 3 hektare tersebut mulai mengancam permukiman warga. Bahkan, dampaknya telah menyebabkan gangguan infrastruktur vitat yang cukup serius.

Mengutip Kompas.com, Dosen Prodi Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (USK), Dr. Ir. Bambang Setiawan, ST.,M.Eng.,Sc menyimpulkan bahwa fenomena lubang raksasa itu merupakan sinkhole.

Menurutnya, secara ciri-ciri keberadaan dataran persawahan di sekitar lubang, serta kubangan yang masuk ke dalam, menandakan keberadaan sinkhole.

“Itu memang ciri-ciri biasanya itu sinkhole, biasanya. Cuma saya gak tau posisi koordinatnya di mana, jadi saya gak bisa ngecek peta geologinya.” Ucapnya.

Bambang mengatakan, biasanya kalau sinkhole itu korelasinya dengan keberadaan batu kapur atau batu gamping, itu korelasinya. Secara hipotesa, perbedaan itu merupakan hal biasa, termasuk menentukan sinkhole atau bukannya lubang raksasa di Aceh Tengah.

Bahkan saat berbicara dengan sesama rekan geologi, Bambang mendapatkan kesimpulan yang cenderung sama, bahwa lubang raksasa itu adalah sinkhole.

“Kemarin kan sempat juga berdikusi dengan kawan-kawan lewat zoom. Jadi hipotesa pertama, longsoran biasa itu kan biasanya material yang terlongsorkan atau termobilisasi, kan akan teronggok di depannya kan.” kata dia.

“Nah terhenti di tempat itu, teronggok di tempat itu. Nah sekarang pertanyaannya, apakah yang ada di Ketol itu, kalau misalnya dianggap sebagai longsoran biasa, kan bukan kejadian yang panjang tuh, yang lama, yang cukup panjang,” jelas Bambang.

Dijelaskannya, jika material longsoran tertinggal, maka tidak akan menghasilkan tebing yang curam. “Karena dia gradually pelan-pelan jatuh secara terus menerus. Nah tapi kalau misalnya kita lihat visual yang sekarang, material yang teronggokkan ke bawah tadi kan nggak ada. Nggak tau ke mana.” Jelasnya.

”Nah itu pertanyaan selanjutnya. Jadi material yang jatuh ke bawah tadi ke mana?” sebut Bambang.

Hipotesa kedua adalah proses piping erosion, keberadaan material yang halus di dalam aktif yang berlebihan dan jenuh dengan air, material akan terpindahkan ikut aliran air tanah.

“Pertama diawali dengan material yang halus dulu, dia mengalir. Kemudian makin lama ikuti material yang agak besar. Kemudian yang besar lagi, terus begitu.” Jelasnya kembali.

Bambang membeberkan, akan tetapi untuk menghasilkan piping, itu perlu tekanan air yang tinggi, kalau tidak ada air yang tinggi, itu tidak akan menghasilkan proses piping tadi. Apakah di situ juga terjadi seperti itu? Nah, itu pertanyaannya, itu harus kita dalami lebih lanjut,” ungkap Bambang.

Artinya setelah tanah longsor terjadi, maka material akan terpindahkan oleh proses erosion piping. “Itu hipotesa yang kedua. Itu masih valid. Hipotesa yang pertama tadi agak-agak dipertimbangkan, tetapi proses longsoran normal itu masih oke juga lah.” Bebernya.

“Tapi kalau misalnya ke mana material yang terunggokkan tadi, itu mungkin proses piping tadi. Itu masih valid juga. Terus kita lihat nanti ke depan.” Hipotesa ketiga, Bambang Setiawan cenderung berpendapat, adanya rongga di bagian bawah lubang.

Alasannya, jika dilihat di peta geologi regional, terdapat formasi sembuang. Sebuah formasi sembuang berdasarkan data pemerintah, formasi itu adalah batu gamping atau batu kapur.

“Nah, batu gamping atau batu kapur. Data pemerintah ini mengatakan bahwa formasi itu terbentuk 250 juta tahunan yang lalu. Sangat-sangat lama,” ungkapnya.

Jika demikian, proses batu gamping berpeluang membentuk rongga yang ia sebutkan berada di dalam lubang, karena dia terdapat kandungan yang akan larut dengan air. “Kalau hipotesa saya, material yang jatuh akibat longsoran tadi, kemungkinan dibawa oleh aliran air, masuk ke dalam rongga-rongga, atau mengisi rongga-rongga yang ada di bawahnya.

“Artinya di situ kan ada pemicu singgul, gitu. Singgul artinya munculnya, terpindahkannya terus material rongga, mengisi ke dalam lubang-lubang tadi yang akan menyebabkan meluasnya lubang besar, lubang raksasa yang ada di Ketol ini,” terang Bambang.

Namun untuk memastikan keberadaan rongga yang dimaksud, diperlukan uji teknis lebih lanjut. “Kita tracing, tapi itu sangat mahal. Atau kita bor, itu juga sangat mahal. Kalau bisa, menemukan singkapan atau batuan yang saya maksud tadi, yaitu batu gamping atau batu kapur, yang berumur sekitar 250 juta tahun,” sebut Bambang.

Ia meyakini sejumlah hipotesa disampaikan masih valid. Namun rekan-rekan geolog juga ingin menguji, untuk melihat lebih detail keberadaan lubang raksasa itu untuk upaya mitigasi. “Karena hasil kajian inilah yang nantinya akan digunakan untuk upaya-upaya mitigasi selanjutnya. Apakah memang perlu relokasi, atau bagaimana,” papar dia.

Ia menyimpulkan, berdasarkan visual serta diskusi yang dilakukan, sinkhole merupakan penyebab meluasnya lubang raksasa itu. “Tapi masih perlu lihat lebih detail lagi. Artinya perlu kajian. Mudah-mudahan ada kesempatan minggu depan untuk ke sana,” tutup Bambang.

 

Hot this week

Babinsa Koramil Jagong Melaksanakan Ketahanan Pangan Di Wilayah Binaan

ACEH TENGAH, NANGGROE.MEDIA | Kehadiran TNI atau Babinsa di...

Warga Ketakutan !! Kawanan Gajah Liar Masuk Pemukiman Warga di Kecamatan Pintu Rime Gayo

BENER MERIAH, NANGGROE.MEDIA | Belasan ekor gajah liar dilaporkan...

Judi Online di Medan Raup Omzet Rp7 Miliar, Polda Sumut Sita Puluhan Perangkat dan Rekening

MEDAN, NANGGROE.MEDIA - Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut)...

Pemotor di Aceh Berani Tegur Oknum Polisi Yang Merokok Saat Berkendara

ACEH, NANGGROE.MEDIA | Sebuah aksi berani dari seorang pengendara...

TNI Ikut Andil Dalam Program Pembangunan Koperasi Merah Putih di Desa

ACEH TENGAH, NANGGROE.MEDIA | Serka Susianto salah seorang Babinsa...

Topics

Babinsa Koramil Jagong Melaksanakan Ketahanan Pangan Di Wilayah Binaan

ACEH TENGAH, NANGGROE.MEDIA | Kehadiran TNI atau Babinsa di...

Warga Ketakutan !! Kawanan Gajah Liar Masuk Pemukiman Warga di Kecamatan Pintu Rime Gayo

BENER MERIAH, NANGGROE.MEDIA | Belasan ekor gajah liar dilaporkan...

Judi Online di Medan Raup Omzet Rp7 Miliar, Polda Sumut Sita Puluhan Perangkat dan Rekening

MEDAN, NANGGROE.MEDIA - Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut)...

Pemotor di Aceh Berani Tegur Oknum Polisi Yang Merokok Saat Berkendara

ACEH, NANGGROE.MEDIA | Sebuah aksi berani dari seorang pengendara...

TNI Ikut Andil Dalam Program Pembangunan Koperasi Merah Putih di Desa

ACEH TENGAH, NANGGROE.MEDIA | Serka Susianto salah seorang Babinsa...

Setelah Hilang, Korban Banjir Asal Lhok Reudeup Ditemukan di Biram Rayeuk

ACEH UTARA, NANGGROE.MEDIA - Setelah beberapa waktu dinyatakan hilang...

Lima Unit Bangunan Huntara di Bener Meriah di Sapu Angin

BENER MERIAH, NANGGROE.MEDIA | Sebanyak lima unit Hunian Sementara...

Dua Orang Pasangan Ditemukan Tewas di Dalam Mobil

PIDIE JAYA, NANGGROE.MEDIA | Dua orang pasangan ditemukan oleh...

Related Articles

Popular Categories