JAKARTA, NANGGROE.MEDIA | Pemerintah Kota Lhokseumawe berhasil meraih penghargaan kategori utama dalam pencapaian Universal Health Coverage (UHC) tahun 2026 dari BPJS Kesehatan.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, dalam acara penganugerahan yang berlangsung di Jakarta, Selasa (27/01/2026).
Penghargaan ini menempatkan Kota Lhokseumawe sebagai salah satu dari 75 pemerintah daerah terbaik di Indonesia yang berhasil memenuhi kategori tertinggi dalam cakupan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Kategori Utama merupakan kategori paling bergengsi dalam UHC Award dengan persyaratan ketat, yakni cakupan kepesertaan JKN minimal 99 persen, tingkat keaktifan peserta minimal 95 persen, serta pendaftaran penduduk oleh pemerintah daerah minimal 18 persen dari total jumlah penduduk, kecuali apabila tingkat keaktifan telah mencapai 100 persen.
Capaian tersebut didukung oleh tingginya kepesertaan BPJS Kesehatan di Kota Lhokseumawe. Berdasarkan data BPJS Kesehatan, jumlah peserta JKN di Kota Lhokseumawe tercatat sebanyak 199.817 jiwa.
Dari jumlah tersebut, peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) sebanyak 84.568 jiwa, Pekerja Bukan Penerima Upah yang didaftarkan Pemerintah Daerah (PBPU Pemda) sebanyak 50.956 jiwa, serta Pekerja Penerima Upah Pegawai Negeri (PPU PN) sebanyak 33.403 jiwa.
Selain itu, peserta dari segmen Pekerja Penerima Upah Badan Usaha (PPU BU) tercatat sebanyak 22.462 jiwa, Bukan Pekerja (BP) sebanyak 4.506 jiwa, dan Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) sebanyak 3.922 jiwa.
Dalam sambutannya, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas kepemimpinan dan komitmen pemerintah daerah dalam menjamin akses layanan kesehatan yang setara dan berkelanjutan bagi masyarakat.
“Universal Health Coverage bukan sekadar capaian angka kepesertaan, tetapi merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam melindungi masyarakat agar tetap sehat, sejahtera, dan terlindungi dari risiko finansial akibat masalah kesehatan,” ujarnya.
Keberhasilan Kota Lhokseumawe meraih UHC Award kategori Utama mencerminkan komitmen kuat Pemerintah Kota Lhokseumawe dalam memastikan seluruh masyarakat memperoleh perlindungan jaminan kesehatan.
Capaian ini juga menjadi bukti sinergi yang baik antara pemerintah daerah, BPJS Kesehatan, serta seluruh pemangku kepentingan terkait.
Sementara itu, Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak dan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan di daerah.
“Penghargaan ini adalah hasil kerja bersama. Pemerintah Kota Lhokseumawe hadir untuk memastikan setiap warga mendapatkan hak yang sama dalam mengakses layanan kesehatan,” ujar Sayuti Abubakar.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Lhokseumawe berkomitmen untuk terus memperkuat layanan kesehatan agar semakin mudah diakses dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Ke depan, kami akan terus meningkatkan mutu layanan kesehatan serta memastikan pelayanan yang adil, merata, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Kota Lhokseumawe,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Sayuti juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala BPJS Kesehatan Cabang Lhokseumawe, Apt. Rita Masyita Ridwan, S.Si., M.Kes., AAAK, atas sinergi dan kerja keras yang selama ini terjalin bersama Pemerintah Kota Lhokseumawe dalam memastikan seluruh masyarakat terdaftar dan aktif sebagai peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
“Dengan capaian UHC kategori Utama ini, kami berharap fasilitas kesehatan di Kota Lhokseumawe semakin optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pemerintah Kota akan terus memastikan seluruh penduduk tetap terjamin akses layanan kesehatannya secara berkelanjutan melalui Program JKN,” tutup Sayuti Abubakar.


Komentar