
NANGGROE.MEDIA, TAKENGON | Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tengah mendata lahan pertanian yang terdampak banjir dan longsor mencapai 2.765 hektare, di Kabupaten Aceh Tengah, Aceh. Kamis, 22 Januari 2026.
Data tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian Aceh Tengah, Nasrul Liwanza, saat memberikan keterangan terkait penanganan pascabencana di sektor pertanian. Nasrul menyebut, luas lahan yang terdampak banjir atau longsor seluas 2.765 hektare.

Dirinya menjelaskan, saat ini pemerintah daerah tengah melakukan pendataan dan validasi ulang terhadap lahan-lahan yang terdampak. Lahan tersebut akan diklasifikasikan berdasarkan tingkat kerusakan, yakni rusak berat, sedang, dan ringan.
“Data yang sudah masuk ini kita pilih-pilih lagi untuk validasi data, apakah dia rusak berat, sedang, dan ringan,” ujarnya.
Dikatakannya, perbaikan dan revitalisasi lahan nantinya akan dikerjakan langsung oleh kelompok tani . Skema pembiayaan mengacu pada petunjuk teknis (juknis) dari Kementerian Pertanian.
“Menurut juknis dari Kementan, untuk yang rusak berat dan sedang itu sebesar Rp 15.000.000, kemudian yang ringan sebesar Rp 5.000.000,” jelasnya.
Selain revitalisasi lahan terdampak, Dinas Pertanian juga menyiapkan skema pencetakan lahan baru bagi petani yang lahannya tidak lagi dapat digunakan karena tertimbun longsor atau rusak parah.
“Sudah ada rencana dari Kementan. Lahan yang dulu masuk ke LBS (Luas Baku Sawah) yang selama ini tidak digunakan akan kita cetak kembali,” kata Nasrul.
Ia juga menyoroti kondisi irigasi pertanian yang rusak akibat bencana. Menurutnya, kerusakan irigasi menyebabkan sebagian sawah tidak dapat dialiri air secara optimal.
“Irigasi kita banyak yang rusak, ini yang mengakibatkan sawah sementara tidak bisa diairi. Ini juga akan kita rehabilitasi dan kita perbaiki,” ujarnya.
Untuk perbaikan irigasi, Nasrul menyebut pengerjaannya juga akan melibatkan kelompok tani. Saat ini, data sementara telah disampaikan ke pemerintah pusat dan Provinsi, serta masih dalam tahap verifikasi lapangan.
“Data sementara sudah disampaikan ke pusat dan tingkat satu. Sekarang lagi verifikasi ke lapangan. Insyaallah dalam waktu cepat akan dilaksanakan perbaikan irigasinya,” katanya.
Nasrul juga menghimbau para petani agar tidak resah dan tetap tenang menghadapi kondisi lahan pascabencana. Ia menegaskan pemerintah akan hadir bersama petani dalam proses pemulihan sektor pertanian.
“Kepada para petani, saya mengharapkan tidak usah resah. Pemerintah bersama petani akan menghadapi kondisi ini, sehingga ketahanan pangan kita akan dijaga,” tutupnya.


Komentar