Lahan Warga Yang Terdampak Lubang Raksasa ”Sinkhole” Berharap Kepada Pemerintah Adanya Kompensasi

 Dok : (Foto : Jurnalis Nanggroe.media).

NANGGROE.MEDIA, ACEH TENGAH | Fenomena lubang raksasa atau sinkhole di Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh kini semakin meluas hingga mencapai luas 30.000 meter persegi (3 hektar). Selain memutus akses jalan utama, pergerakan tanah juga mulai merusak lahan pertanian warga di sekitar area lokasi. Senin, 09 Februari 2026.

Kondisi di Kecamatan Ketol, Aceh Tengah kian mengkhawatirkan. Curah hujan yang tinggi dalam sepekan terakhir juga memicu pelebaran lubang yang kini telah ditetapkan sebagai zona merah.

Warga yang memiliki lahan di sekitar lokasi mengaku cemas karena lahan yang mereka garap sebagai mata pencaharian hilang ditelan bumi. Kini, mereka berharap adanya kepastian kompensasi dari pemerintah atas lahan yang tidak lagi bisa di garap.

Edi Syahputra, warga setempat menyampaikan bahwa lahan perkebunan miliknya terdampak longsor mencapai 5 rante. ”Lahan yang terdampak akibat longsoran tanah ini rata-rata tanaman cabai,” terang Edi saat diwawancarai Nanggroe.media.

Dirinya menyebut, lahan warga yang terkena imbas tanah longsor ini sebagian telah melapor ke aparat desa guna dilakukan pendataan.

”Ada beberapa warga yang sudah melapor untuk di data,” katanya.

Warga berharap kepada pemerintah agar memperhatikan dan dapat memberikan kompensasi lahan warga yang terdampak akibat lubang raksasa yang kini terus meluas di Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol.

Sementara itu, Kepala Desa (Reje Kampung) Pondok Balik, Aliyono menyampaikan bahwa pihak aparatur desa telah melakukan pendataan terhadap lahan warga yang terdampak longsoran lubang raksasa dan hal ini juga telah dilaporkan ke pihak Kecamatan hingga ke pemerintah daerah.

”Ada sekitar 20 KK lahan warga yang terimbas dari longsoran lubang raksasa. Untuk saat ini warga yang sudah melapor ke kami ada sekitar 6 orang,” ujarnya.

Kepal Desa (Reje Kampung) Pondok Balik, menyebut bahwa lahan perkebunan warga yang terdampak sesuai menurut data mencapai luas 30.000 meter persegi atau 3 hektar.

Saat ini tim dari Badan Geologi dan Kementerian PU telah turun ke lokasi untuk menganalisis struktur tanah guna mencegah dampak yang lebih luas, demikian (**).

 

Komentar