BBM di Bener Meriah Sulit Didapat Pasca Banjir Bandang dan Longsor

Foto : Warga saat mengantri BBM disalah satu SPBU di Kabupaten Bener Meriah. (Dok. Nanggroe.media)

BENER MERIAH, NANGGROE.MEDIA | Pasca banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, seperti Bener Meriah dan Aceh Tengah beberapa waktu terakhir kini mulai menimbulkan dampak ikutan. Selain terisolir nya beberapa Desa atau Kecamatan, pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) terhambat yang menyebabkan antrean panjang dan menumpuk di sejumlah SPBU hingga kini kelangkaan BBM pun kian terjadi. Senin, 08 Desember 2025.

Sebelumnya, salah satu SPBU di jalan Takengon – Bireun tepatnya di Kampung Simpang Teritit, Gegerung, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, dimana terlihat antrean kendaraan terutama roda dua menumpuk dan mengular hingga ke bahu jalan. Dalam antrean tersebut warga sudah mengantre berjam-jam lamanya demi mendapatkan BBM jenis pertalite maupun pertamax, yang kini sangat sulit di dapat pasca banjir bandang dan longsor.

Pengawas SPBU Nomor 14245428 Simpang Teritit, Mirza mengatakan bahwa pihaknya memprioritaskan kendaraan roda empat dan dua. Sementara kendaraan roda empat pengisian minyak dijatah sebanyak 15 liter, sedangkan kendaraan roda dua pengisian minyak dibatasi sebanyak 5 liter.

Ia menyebutkan, hal ini dilakukan atas instruksi Bupati Bener Meriah, Ir. Tagore Abubakar lantaran wilayah Kabupaten Bener Meriah terdampak peristiwa kebanjiran dan longsor.

”Sementara, sisa pasokan stok BBM yang ada di SPBU dipergunakan untuk kendaraan operasional (pihak Pemda) seperti mengangkut logistik ke daerah-daerah terdampak banjir dan operasional alat berat dalam proses pembersihan material – material banjir serta longsor.” kata Mirza saat diwawancarai Nanggroe.media pada Sabtu, 29 November 2025.

Diketahui, kelangkaan BBM ini terjadi akibat terganggunya jalur distribusi utama. Informasi yang diterima, bahwa truk tanker pengangkut BBM belum bisa mencapai disetiap SPBU karena akses jalan menuju daerah terdampak dan terhambat akibat terputus hingga pasokan BBM diwilayah tersebut tidak dapat terdistribusikan.

Kelangkaan BBM yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir ini mengakibatkan pasokan makanan baik berupa beras, telur dan lainnya tidak dapat di distribusikan ke tempat daerah – daerah yang terdampak bencana alam ini.

Ket. Salah seorang warga yang mengecerkan BBM dilingkungan sekitar.

Pantauan Nanggroe.media terkini, BBM saat ini terbilang sulit didapat, bahkan ada beberapa penjual secara individu dan penjualan pun terbatas. Dari hasil penelusuran, harga BBM jenis pertalite ataupun Pertamax ditingkat eceran (individu) saat ini perliter berkisar di angka Rp. 40.000 hingga Rp. 65.000 perliter.

Selanjutnya, pihak pemerintah daerah baik TNI – Polri terus melakukan upaya pendistribusian logistik ke setiap wilayah terdampak (terisolasi) pasca bencana alam.

Komentar