
NANGGROE.MEDIA, BENER MERIAH — Menjelang bulan suci ramadhan tradisi meugang selalu dinantikan dan dilakukan oleh masyarakat Aceh menjelang momen besar keagamaan. Kali ini, pascabencana alam yang telah terjadi beberapa waktu lalu, Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui bantuan sosial dari Kapolri bersama mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK-PTIK) Lemdiklat Polri Angkatan 83 menyalurkan bantuan sosial dan membagikan daging meugang kepada korban bencana.
Penyaluran dan pembagian bantuan sosial untuk masyarakat korban bencana alam ini berlangsung di Desa Tunyang, Kecamatan Timang Gajah, Bener Meriah pada Rabu, 18 Februari 2026.
Untuk diketahui, penyaluran bantuan sosial ini ditujukan kepada masyarakat yang terdampak bencana alam banjir bandang dan tanah longsor seperti warga Desa Pantan Kemuning, dan Desa Setie Kecamatan Timang Gajah yang saat ini mengungsi di sejumlah titik lokasi.
Sementara itu, Perwira Menengah Mabes Polri, Kompol Handreas Ardian, saat diwawancarai Nanggroe.media, mengatakan bahwa pendistribusian bantuan ini dilakukan untuk para pengungsi yang terdampak banjir di Kabupaten Bener Meriah.
Ia menyebut, hari ini pihaknya mendistribusikan bantuan sosial dari Kapolri dan pembagian daging meugang ini juga dari mahasiswa STIK-PTIK Angkatan 83.
Pendistribusian bantuan ini dilakukan di enam titik yang tersebar pada tiga wilayah kepolisian sektor, diantaranya yaitu Polsek Pintu Rime Gayo, Polsek Timang Gajah, dan Polsek Wih Pesam.
”Enam titik tersebut berada di desa-desa yang terdampak, Desa Uning Mas, Desa Tunyang Induk, Desa Pantan Kemuning, Desa Setie, dan Desa Jamur Ujung. Jumlah bantuan di setiap titik disesuaikan dengan jumlah pengungsi di lokasi masing-masing.” terang Kompol Handreas.
Menurutnya, bantuan sosial tersebut dapat membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana banjir, khususnya mereka yang saat ini masih bertahan di tenda-tenda pengungsian.
“Kami berharap bantuan ini bisa dimanfaatkan oleh para pengungsi untuk memenuhi kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat,” harapnya.
Berikut jenis bantuan yang didistribusikan :
Jenis bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan pokok dan perlengkapan dasar bagi pengungsi seperti mencakup air mineral, beras dalam kemasan 50 kilogram, 10 kilogram, dan 5 kilogram, biskuit, minyak goreng, pampers, pembalut, serta kebutuhan harian lainnya. Bantuan tersebut diangkut menggunakan kendaraan dinas dan diserahkan kepada warga melalui posko pengungsian.
Selain membantu kebutuhan sehari-hari, pembagian daging meugang juga sebagai bentuk kepedulian sosial menjelang bulan suci ramadhan agar masyarakat tetap dapat menyambut bulan suci dengan layak meski berada dalam kondisi terdampak bencana. Kegiatan ini melibatkan personel kepolisian setempat bersama mahasiswa STIK-PTIK Lemdiklat Polri Angkatan 83.
Selanjutnya, pemerintah daerah dan kepolisian juga terus melakukan pendataan soal jumlah pengungsi serta kebutuhan mendesak di lokasi pengungsian. Koordinasi lintas sektor dilakukan untuk memastikan distribusi logistik berjalan merata dan tepat sasaran di seluruh titik pengungsian di Kecamatan Timang Gajah.




Komentar