Sinergi Tanpa Batas Rutan Bener Meriah Gelar Apel Siaga Bencana dan Simulasi Kericuhan di Rutan

NANGGROE.MEDIA, REDELONG | Untuk menghadapi potensi kerawanan bencana alam yakni erupsi gunung api Burni Telong yang berada di kawasan Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bener Meriah Kanwil Ditjenpas Aceh menggelar apel gabungan siaga bencana dan melakukan serangkaikan simulasi penanganan kerusuhan dalam situasi darurat. Selasa 06 Januari 2026.

Apel siaga bencana dan peragaan simulasi guantibmas ini dilaksanakan sebagai bukti nyata kesiapsiagaan bagi jajaran pemasyarakatan dalam menjaga stabilitas keamanan di tengah ancaman bencana alam.

Saat berlangsung nya apel siaga bencana dihalaman Rutan Kelas IIB Bener Meriah, tampak terlihat pasukan gabungan terdiri dari petugas Rutan, peserta magang Kemenaker RI, personel kepolisian Bener Meriah, Sat-Brimob Kompi 3 Batalyon B Pelopor, TNI serta BPBD mengikuti upacara dengan khidmat.

Kepala Rutan Jelas IIB Bener Meriah, Heddry Yadi dalam amanatnya menekankan bahwa pentingnya respons cepat dan koordinasi yang presisi. Dirinya menyatakan bahwa bencana alam adalah variabel yang tidak bisa kita prediksi, namun dampaknya terhadap keamanan rutan sangat nyata. ”Melalui apel ini, kita menyamakan persepsi bahwa keselamatan nyawa warga binaan dan petugas adalah prioritas, namun integritas keamanan negara tidak boleh goyah sedikit pun,” tegas Karutan.

Menurutnya, meskipun penetapan status siaga telah diturunkan menjadi status waspada hal ini tidak dapat menurunkan dan mengurangi kewaspadaan kita. Justru kondisi ini menjadi peluang untuk menyiapkan dan mematangkan Langkah-langkah kontigensi, melakukan evaluasi menyeluruh, serta meningkatkan kesiapan menghadapi kemungkinan perubahan situasi.

Kemudian, di sela-sela apel Karutan Bener Meriah bersama jajaran TNI-Polri dan BPBD di kukuhkan guna kesiapan mereka dalam menjaga kondusifitas wilayah sepanjang tahun 2026, memastikan perlindungan maksimal bagi seluruh penghuni Rutan dan masyarakat sekitar.

Se-usai apel siaga bencana, kegiatan pun dilanjutkan dengan simulasi skala penuh di area steril Rutan. Yang mana simulasi tersebut menggambarkan situasi gempa bumi tektonik yang memicu kepanikan massal warga binaan, dimana memanfaatkan situasi darurat, dan sekelompok oknum mencoba untuk melakukan provokasi.

Ket. Petugas Rutan pada saat melakukan pengendalian massa kericuhan di area Rutan.

Dengan sigap, petugas Rutan bersama personel Brimob dan Polres melakukan teknik crowd control dan pengamanan perimeter, sementara tim BPBD fokus pada penanganan dan evakuasi korban luka. Koordinasi yang terstruktur ini menunjukkan bahwa sistem keamanan Rutan tetap tangguh meski di bawah tekanan situasi bencana.

Komentar