
NANGGROE.MEDIA, ACEH TENGAH | Fenomena alam yang mengkhawatirkan terjadi di Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, dimana tanah amblas yang berlokasi di kawasan Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, terus meluas dan mengancam akses jalan vital menghubungkan antar dua Kabupaten. Sabtu, 17 Januari 2026.
Tampak terlihat, betapa parahnya kondisi tanah di Desa tersebut. Sebuah lubang raksasa akibat pergerakan tanah yang meluas kini semakin mendekati badan jalan Blang Mancung – Simpang Balik.
Jalur ini merupakan akses utama yang sangat krusial, menghubungkan antara Kabupaten Aceh Tengah dengan Kabupaten Bener Meriah. Warga setempat kini dilanda kecemasan akan terjadinya potensi terputus total nya jalur transportasi dan lahan perkebunan masyarakat.
Menurut sumber yang dihimpun Nanggroe.media, longsoran atau disebut dengan sinkhole ini dilaporkan telah mencapai lebih dari 27.000 meter persegi dan pergerakan tanah nya terus berlangsung. Peristiwa ini sudah terjadi sejak awal tahun 2000-an dan kini semakin membesar pasca gempa Gayo pada 2013 lalu.

Menanggapi potensi ini, Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Aceh Tengah AKP Aiyub meninjau langsung lokasi tanah longsor dan tanah amblas di Kampung tersebut.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi keamanan jalan serta kelancaran arus lalu lintas pada ruas jalan Blang Mancung – Simpang Balik yang menghubungkan Kabupaten Aceh Tengah dengan Kabupaten Bener Meriah.
Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhamad Taufiq menjelaskan bahwa pergerakan tanah amblas di Kampung Pondok Balik telah terpantau sejak tahun 2002. Kondisi tersebut semakin membesar pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2 pada tahun 2013 hingga membentuk lubang besar.
“Pada Minggu, 11 Januari 2026, kembali terjadi longsoran tanah sepanjang kurang lebih 13 meter dengan kedalaman sekitar 40 meter. Longsoran ini menyebabkan pelebaran lubang dan semakin mendekati badan jalan yang menghubungkan Kampung Blang Mancung, Aceh Tengah, dengan Kampung Simpang Balek, Bener Meriah,” jelas Kapolres.
Kasat Lantas saat meninjau lokasi menyampaikan bahwa hingga saat ini ruas jalan tersebut masih dibuka dan dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Namun demikian, pengguna jalan diimbau untuk tetap hati-hati.
“Kami mengimbau masyarakat agar mengurangi kecepatan dan berhati-hati saat melintas. Apabila kondisi memburuk dan jalan harus ditutup, jalur alternatif telah disiapkan,” ujar AKP Aiyub.
Sementara itu, Kepala Desa Pondok Balik, Aliyono menyampaikan bahwa fenomena alam tanah amblas ini terjadi pasca intensitas curah hujan cukup tinggi dan susulan terjadi kegempaan pada tanggal 30 Desember 2025 lalu
Ia mengatakan, sebelumnya lokasi ini terdapat sebuah lembah, kemudian longsoran ini juga diakibatkan curah hujan tinggi di setiap tahun dan kegempaan juga terjadi.
Pihaknya juga telah menyampaikan kejadian ini ke pihak terkait untuk dilakukan upaya penanganan.
”Kami sudah berkoordinasi ke pihak Pemkab, BPBD, Dishub untuk dilakukan upaya pencegahan ini, mengingat badan jalan beberapa meter sudah terkikis. Namun pihak terkait sudah merespon nya dan jalan alternatif juga telah dibuka,” ujar Aliyono.
”Kemudian, untuk lahan warga yang terkena dampak juga sudah kami laporkan,” tuturnya.
Selain itu, Pemda juga tidak tinggal diam. Untuk mengantisipasi putusnya jalan utama, pemkab Aceh Tengah melalui instansi terkait telah mengupayakan pembukaan akses jalan alternatif bagi masyarakat.
Selanjutnya, masyarakat dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintasi area rawan tersebut pada malam hari atau ketika hujan deras turun. Pihak berwenang terus memantau pergerakan tanah dan menghimbau agar warga mengikuti petunjuk keselamatan, demikian (**).




Komentar