
(Foto : Jurnalis Nanggroe.media)
NANGGROE.MEDIA, BENER MERIAH | Untuk mempercepat pembangunan Hunian Sementara (Huntara) di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto meninjau langsung progres pembangunan Huntara tersebut. Jumat, 13 Februari 2026.
Kunjungan ini dilakukan bertujuan memastikan percepatan hunian bagi penyintas banjir bandang sebelumnya di Kecamatan Wih Pesam dan Bukit agar dapat segera di tempati sebelum memasuki bulan suci ramadhan ini.
Dalam kunjungannya itu, Kepala BNBP didampingi Bupati Bener Meriah, Tagore Abubakar menyisir sejumlah titik pembangunan huntara di Kecamatan Wih Pesam dan Bukit.
Letjen TNI Suharyanto, menegaskan bahwa komitmen pemerintah untuk memindahkan warga yang saat ini masih bertahan di tenda pengungsian ke hunian yang lebih layak.
”Kami datang kemari untuk meninjau pembangunan huntara bagaimana progres yang tengah di kerjakan ini,” kata Kepala BNBP, Letjen TNI Suharyanto saat diwawancarai Nanggroe.media.
Ia menyebut, bahwa pihaknya meninjau sejumlah rumah yang mengalami rusak berat. Kemudian, rumah warga yang mengalami rusak berat terdapat dua skema yang pertama di bangunannya Huntara di beberapa titik di wilayah Kabupaten Bener Meriah, kedua sebagian warga yang tidak ingin menempati Huntara namun, warga meminta dana untuk memenuhi kebutuhan pokok di rumah sanak saudara nya.
”Target Huntara selesai warga dapat menempati nya sebelum bulan suci ramadhan atau awal Ramadhan, sebagian Huntara ini sudah selesai,” ujarnya.

Ditambahkannya, pemerintah memastikan masyarakat yang terdampak tidak lagi tinggal di tenda pengungsian atau bangunan yang bukan di peruntukan, dan pemerintah juga akan menyiapkan fasilitas dasar seperti listrik dan air bersih agar layak huni.
Berdasarkan data, terdapat sekitar 914 unit Huntara yang tersebar di 35 titik di seluruh Kabupaten Bener Meriah.
Pembangunan Huntara di Kecamatan Wih Pesam dan Bukit kini terus dikebut menggunakan kontruksi rangka baja dan modular agar pengerjaannya lebih cepat. Setiap unit di rancang memiliki luas sekitar 3,6 x 4,8 meter, dan dilengkapi juga teras serta kamar mandi pribadi untuk menjamin kenyamanan warga selama masa transisi.
Selanjutnya, BNBP menargetkan agar warga dapat menempati Huntara paling lambat pada tanggal 18 Februari 2026.




Komentar