
NANGGROE.MEDIA, BENER MERIAH | Gunung api Burni Telong yang terletak di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh kini dilaporkan mengalami penurunan. Sebelumnya, gunung Burni Telong tersebut mengalami peningkatan pada tanggal 30 Desember 2025 pukul 22:45 WIB yang mana tingkat aktivitas gunung Burni Telong dinaikkan dari Level II (waspada) menjadi Level III (siaga) setelah terjadi peningkatan gempa vulkanik dan gempa terasa.
Lebih lanjut, pada tanggal 30 – 31 Desember 2025 telah terekam sebanyak 20 kali gempa vulkanik dangkal (VB), sebanyak 43 kali gempa vulkanik dalam, sebanyak 7 kali gempa terasa dengan lokasi sumber gempa sekitar 5 kilometer sebelah barat daya puncak gunung Burni Telong.
Kemudian, pada tanggal 1 Januari 2026 kegempaan mulai mengalami penurunan dan tanggal 3 Januari 2026 hingga pukul 12:00 WIB terekam sebanyak 3 kali gempa vulkanik dangkal dan 11 kali gempa vulkanik dalam.

Dari hasil pengamatan visual petugas PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) Kabupaten Bener Meriah, menunjukkan bahwa kawah gunung Burni Telong masih tidak mengeluarkan asap kawah. Fluktuasi kegempaan telah terjadi sejak bulan Juli 2025 dan menunjukkan aktivitas gunung Burni Telong sangat terpengaruh oleh aktivitas gempa tektonik di sekitarnya.
Peningkatan kegempaan pada tanggal 30 Desember 2025 mengindikasikan bahwa sumber gempa terasa dekat dengan gunung Burni Telong dan gempa vulkanik dangkal semakin sering terjadi. Peningkatan kegempaan dapat terjadi kembali di masa mendatang mengingat karakter gunung Burni Telong saat ini yang mudah terpicu oleh gempa tektonik.
Potensi bahaya dapat berupa terjadinya erupsi yang dipicu oleh gempa tektonik di sekitar gunung Burni Telong atau pun terjadi erupsi freatik tanpa disertai peningkatan kegempaan yang signifikan.
Selain itu, potensi ancaman bahaya lain dapat berupa hembusan gas-gas vulkanik di daerah sekitar tembusan solfatara dan fumarol yang dapat membahayakan jika konsentrasi gas yang terhirup melebihi nilai ambang batas aman.
Berdasarkan pengamatan visual dan instrumental, maka tingkat aktivitas gunung Burni Telong pada diturunkan dari Level III (siaga) menjadi Level II (waspada) sejak tanggal 3 Januari 2026 pukul 14:00 WIB.
Petugas PVMBG merekomendasikan kepada masyarakat dan pengunjung (pendaki) untuk tidak mendekati area kawah Burni Telong dalam radius 3 kilometer dari kawah dan tidak berada di daerah fumarol dan solfatara pada saat cuaca mendung atau hujan karena konsentrasi gas
dapat membahayakan kehidupan. Masyarakat diharapkan tetap mewaspadai peningkatan kegempaan di masa mendatang.



Komentar