ACEH, NANGGROE.MEDIA | Menjelang akhir November 2025, Indonesia khususnya Pulau Sumatra kembali dikejutkan oleh bencana hidrometeorologi terbesar dalam sejarah yang memicu banjir besar di tiga provinsi, Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Sejak 26 November 2025 hingga kini, situasi belum pulih, sementara masyarakat terdampak masih menghadapi berbagai kesulitan tanpa solusi memadai dari sisi logistik maupun penanganan darurat.
Data BNPB terbaru mencatat 836 jiwa meninggal dunia, 2.600 mengalami luka-luka, 570.000 jiwa harus mengungsi, serta lebih dari 3,2 juta penduduk terdampak, menjadikannya banjir terparah yang pernah terjadi di Sumatra bahkan di Indonesia dengan dampak lintas provinsi yang sangat luas.
FoSSEI sebagai organisasi ekonomi syariah terbesar di Indonesia yang telah melahirkan lebih dari 100.000 kader dan alumni, memandang situasi ini bukan hanya sebagai musibah besar, melainkan pula sebagai panggilan moral bagi seluruh keluarga besar Alumni FoSSEI di Nusantara.
Kami mengajak para alumni untuk saling membantu, khususnya bagi mereka yang berada di wilayah terdampak. Sekecil apa pun bentuk kontribusi, kehadiran, dan solidaritas akan sangat berarti bagi masyarakat yang sedang berjuang melewati masa darurat ini.
Dalam kondisi keterbatasan logistik, kerusakan infrastruktur, pemadaman listrik, dan kelangkaan BBM, dukungan kolektif menjadi kebutuhan mendesak.
Sejalan dengan itu, kami mendesak Pemerintah Pusat untuk segera menetapkan status Bencana Nasional agar penanganan dapat dilakukan secara lebih cepat, terintegrasi, dan menerima dukungan lebih luas, termasuk bantuan internasional.
Penetapan ini penting untuk mempercepat mobilisasi sumber daya, membuka akses bantuan lintas lembaga, serta memberikan perlindungan maksimal bagi warga terdampak.
Selain itu, kami juga meminta pemerintah melakukan intervensi terhadap para pelaku usaha dan pedagang agar tidak menaikkan harga kebutuhan pokok dan tidak menekan masyarakat yang sedang tertimpa musibah, sebagai bentuk perlindungan negara terhadap rakyat.
“Kami para alumni yang terdampak sangat menantikan kehadiran dan simpati dari keluarga besar Alumni FoSSEI. Kehadiran saudara-saudara kami akan menjadi ketenangan di tengah kondisi berat seperti ini. Kami sangat berharap adanya wujud nyata kepedulian dan solidaritas,” ujar Maulana Putra, salah satu alumni FoSSEI yang turut menjadi korban dalam bencana banjir tersebut.
Seruan ini menjadi pengingat bahwa solidaritas bukan hanya jargon, melainkan wujud nyata dari nilai-nilai yang dibangun FoSSEI sejak awal berdiri.
Akhirnya, kami berharap Alumni FoSSEI di seluruh Indonesia dapat hadir, bergotong royong, dan bahu-membahu membantu masyarakat yang sedang kesulitan.
“Kami juga mendesak Pemerintah Pusat untuk segera menetapkan status Bencana Nasional demi percepatan pemulihan, keselamatan warga, dan penanganan bencana yang lebih terarah,” tegasnya
Semoga persatuan dan kepedulian menjadi kekuatan untuk bangkit dari musibah besar ini.

Komentar