
NANGGROE.MEDIA, BENER MERIAH | Aktivitas vulkanik gunung api Burni Telong di Kabupaten Bener Meriah, Aceh terus menunjukkan peningkatan. Status gunung api tersebut kini dinaikkan berada di level III (siaga) sejak Rabu dini lalu.
Akibatnya, ribuan warga dari beberapa Desa berjarak radius berdekatan dengan lereng gunung terpaksa mengungsi ke sejumlah titik posko pengungsian atau tempat yang lebih aman.
Pantauan Nanggroe.media pada Kamis, 01 Januari 2026 di posko pengungsian utama yang berlokasi di Kampus Unsyiah Cabang Bener Meriah, terlihat ratusan warga termasuk anak-anak dan lansia tengah beristirahat di tenda-tenda darurat yang didirikan oleh tim gabungan TNI – POLRI dan BPBD.
Sejak status gunung api Burni Telong dinaikkan menjadi level III (siaga), kurang lebih 2.166 warga dari beberapa Desa, seperti Desa Rembune, Pantan Pediangan, dan Damaran telah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.

Kondisi di posko saat ini relatif padat, namun logistik dasar seperti makanan, air bersih, dan obat-obatan dilaporkan aman dan mencukupi berkat bantuan dari beberapa pihak.
Salah seorang warga yang mengungsi, Riduan, saat diwawancarai Nanggroe.media di tenda pengungsian dirinya menceritakan, bahwa awalnya terjadi gempa terus menerus. Setelah gempa berlangsung aparatur desa setempat menghimbau warga agar segera mengungsi ke lokasi yang telah ditetapkan karena informasi, bahwasanya gunung api Burni Telong naik level tingkat III siaga.
”Waktu itu gempa terus menerus terjadi, setelah Magrib aparatur desa (Kepala Desa) melintas menghimbau agar segera turun untuk mengungsi karena gunung Burni Telong naik level III siaga. Kami diarahkan ke lokasi Kampus Unsyiah di Kampung Mekar ayu,” terangnya.
Dia mengatakan, dirinya bersama keluarga dan warga lainnya mengungsi sudah berlangsung 2 malam pasca kejadian.
”Selama di tenda pengungsian, setiap hujan turun air masuk ke dalam tenda. Sedangkan fasilitas seperti makanan, kebutuhan di pengungsian tercukupi, namun fasilitas pasokan air belum tercukupi,” tuturnya.
Ia berharap, situasi yang saat ini terjadi dapat segera pulih agar bisa kembali ke rumah masing-masing dan petugas pihak terkait tetap selalu memantau kondisi gunung api guna memastikan kondisi aktifitas nya.
Sementara, Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto pada saat meninjau ke lokasi pengungsian, ia menyampaikan bahwa masyarakat agar tetap tenang dan jangan panik namun waspada.
”Kita sudah arahkan ke masyarakat soal situasi yang saat ini terjadi. Masyarakat Ikuti arahan petugas,” kata dia.
Berdasarkan keterangan Kepala BNBP, Letjen TNI Suharyanto, lokasi pengungsian ini berada pada radius aman dari ancaman bahaya erupsi. Meski demikian, warga tetap dihimbau untuk waspada dan mengikuti arahan dari petugas.
Selanjutnya, warga berharap agar status gunung segera menurun sehingga mereka bisa kembali ke rumah masing-masing.




Komentar