NANGGROE.MEDIA, JAKARTA – Pemerintah terus mempercepat pelaksanaan Program Koperasi Merah Putih sebagai penggerak utama ekonomi desa dan kelurahan.
Dikutip dari laman Indonesia.go.id, Program ini dirancang untuk memperkuat kelembagaan koperasi berbasis desa secara modern, terintegrasi dengan sistem digital, serta mendukung distribusi komoditas strategis secara lebih efisien dan merata.
Hingga tahun lalu, jumlah gerai koperasi yang telah terbentuk mencapai sekitar 27 ribu unit. Capaian tersebut menandai ekspansi signifikan dalam upaya menghadirkan koperasi modern berbasis desa di seluruh Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyampaikan bahwa dari total target 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih, sebanyak 30.008 unit ditargetkan selesai dibangun dan mulai beroperasi pada 2026.
Menurutnya, pemerintah memastikan bahwa pembangunan koperasi tidak hanya berhenti pada aspek fisik semata.
Fase pembinaan manajemen, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengawasan tata kelola akan terus diperkuat agar koperasi benar-benar mampu memberikan dampak nyata terhadap perekonomian masyarakat desa.
Program ini juga dirancang berjalan paralel dengan integrasi sistem digital guna meningkatkan transparansi, efisiensi operasional, serta memperluas akses pasar bagi produk-produk lokal.
Selain itu, koperasi desa diharapkan menjadi simpul distribusi komoditas strategis, sehingga dapat menjaga stabilitas pasokan dan harga di tingkat masyarakat.
Dengan percepatan tersebut, pemerintah optimistis Koperasi Merah Putih dapat menjadi fondasi ekonomi kerakyatan yang tangguh, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi desa secara berkelanjutan.




Komentar