LHOKSEUMAWE, NANGGROE.MEDIA – Di atas tanah sederhana di Gampong Blang Crum, harapan itu akhirnya berdiri kokoh. Bukan sekadar dinding dan atap, tetapi rumah yang menghadirkan rasa aman dan masa depan baru bagi keluarga yatim dan dhuafa di Kota Lhokseumawe.
Pagi itu, suasana Gampong Blang Crum, Kecamatan Muara Dua, terasa berbeda. Senyum merekah menghiasi wajah Abdurahman Husain saat mereka menerima kunci rumah layak huni aman gempa rumah yang selama ini hanya menjadi doa dalam sunyi.
Rumah tersebut merupakan bagian dari program bantuan kemanusiaan hasil kerja sama Pemerintah Kota Lhokseumawe dengan Yayasan Islamic Relief, lembaga internasional yang dikenal profesional, terpercaya, dan sangat selektif dalam menyalurkan bantuan.
Setiap unit rumah dibangun dengan anggaran Rp90 juta dan dirancang khusus untuk memberikan rasa aman dari ancaman gempa.
Bagi Abdurahman, rumah ini bukan hanya tempat berteduh, tetapi juga simbol perubahan hidup. Dari hunian yang sebelumnya jauh dari kata layak, kini mereka memiliki tempat tinggal yang aman, nyaman, dan bermartabat.
Keberhasilan Kota Lhokseumawe mendapatkan bantuan 50 unit rumah bukanlah proses yang instan. Pemerintah kota menegaskan bahwa kepercayaan menjadi kunci utama. Pemerintahan yang bersih, transparan, dan dapat dipercaya menjadi alasan utama lembaga internasional bersedia menyalurkan bantuan.
“Ini bukan hal yang mudah. Islamic Relief adalah lembaga yang betul-betul profesional dan amanah. Untuk mendapatkan bantuan ini, seleksinya sangat ketat. Alhamdulillah, Kota Lhokseumawe dipercaya mendapatkan 50 unit rumah,” Ujar Sayuti dalam acara serah terima tersebut.
Yang lebih penting, proses penentuan penerima bantuan dilakukan tanpa intervensi. Pemerintah memastikan bahwa rumah-rumah ini benar-benar diberikan kepada warga yang paling membutuhkan.
“Tidak pernah ada intervensi atau pengarahan. Yang terpenting bagi saya adalah rakyat Kota Lhokseumawe yang benar-benar membutuhkan,” tegasnya.
Melalui bantuan ini, Yayasan Islamic Relief dan Pemerintah Kota Lhokseumawe tidak hanya membangun rumah, tetapi juga membangun harapan. Harapan bahwa kejujuran dan kepercayaan mampu membuka pintu-pintu bantuan lain, demi masa depan masyarakat yang lebih baik.
Di Gampong Blang Crum, rumah itu kini berdiri. Kokoh, aman, dan menjadi saksi bahwa dari kepercayaan, lahir kehidupan yang lebih layak.



Komentar