NANGGROE.MEDIA, LHOKSEUMAWE | Mahasiswa KKN-PPM Kelompok 50 Universitas Malikussaleh melaksanakan kegiatan penanaman apotik hidup di halaman Kantor Desa Batuphat Barat, Rabu (28/1/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai alternatif kesehatan alami yang mudah diakses dan ramah lingkungan.
Desa Batuphat Barat dipilih sebagai lokasi pelaksanaan karena sebelumnya telah memiliki apotik hidup.
Namun, akibat bencana banjir yang melanda beberapa waktu lalu, fasilitas tersebut mengalami kerusakan sehingga tidak dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN-PPM Kelompok 50 berinisiatif melakukan penanaman ulang sebagai upaya pemulihan lingkungan sekaligus mendukung kesehatan masyarakat pascabencana.
Kegiatan ini melibatkan sebanyak 30 mahasiswa KKN-PPM Kelompok 50 Universitas Malikussaleh.
Persiapan dilakukan melalui koordinasi dengan perangkat desa, penentuan lokasi, pengadaan bibit tanaman obat, serta pembagian tugas antar mahasiswa.
Penanaman dilaksanakan secara gotong royong dengan menanam berbagai jenis tanaman obat seperti jahe, kunyit, serai, lengkuas, dan tanaman herbal lainnya yang bermanfaat bagi kesehatan.
Selama pelaksanaan program kerja, mahasiswa juga mendapatkan pendampingan dan arahan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) agar kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dapat berkelanjutan.
Penjabat (Pj) Geuchik Desa Batuphat Barat, M. Yasin, menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap kegiatan penanaman apotik hidup yang dilakukan mahasiswa KKN-PPM Universitas Malikussaleh.
“Keberadaan apotik hidup sangat penting sebagai sumber tanaman obat keluarga bagi masyarakat. Ia juga menyebutkan bahwa program ini sangat membantu dalam menghidupkan kembali apotik hidup desa yang sebelumnya rusak akibat banjir,” ujarnya
Selain itu, respons positif juga datang dari masyarakat setempat.
Warga berharap apotik hidup yang telah ditanam dapat dirawat secara berkelanjutan dan dimanfaatkan bersama, baik untuk kebutuhan kesehatan sehari-hari maupun sebagai contoh bagi masyarakat untuk menanam tanaman obat di pekarangan rumah masing-masing.
Ketua Kelompok KKN-PPM Kelompok 50 Universitas Malikussaleh, Benny Nugraha, menyampaikan bahwa program penanaman apotik hidup merupakan salah satu program unggulan kelompok yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan Desa Batuphat Barat.
“Program ini diharapkan dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat dalam mengenal serta memanfaatkan tanaman obat tradisional secara mandiri,” ucapnya
Mahasiswa KKN-PPM Kelompok 50 Universitas Malikussaleh berharap setelah masa KKN berakhir, apotik hidup ini tetap dijaga dan dirawat oleh perangkat desa serta masyarakat.
Selain sebagai sumber tanaman obat, apotik hidup ini diharapkan menjadi simbol kepedulian terhadap kesehatan, kelestarian lingkungan, serta semangat gotong royong dalam mewujudkan desa yang mandiri dan berkelanjutan.




Komentar