LHOKSEUMAWE, NANGGROE.MEDIA | Teror yang dialami influencer nasional Sherly Annavita Rahmi mendapat perhatian serius dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Lhokseumawe. Ketua Cabang IPNU Lhokseumawe, Khalish Nur Hidayatullah, meminta aparat penegak hukum (APH) mengusut tuntas kasus tersebut hingga ke akar-akarnya.
Teror yang diterima Sherly, berupa pengiriman telur busuk dan coretan piloks merah di rumahnya di Jakarta, diduga terjadi pasca kritiknya terkait penanganan bencana di Sumatera, termasuk banjir Aceh, yang disampaikan melalui media nasional.
“Kejadian ini jelas mengganggu rasa aman publik. Setelah Saudari Sherly menyoroti persoalan banjir Aceh di televisi, justru muncul aksi teror. IPNU meminta APH bertindak cepat agar pelaku kejahatan, khususnya kejahatan siber, tidak merasa kebal hukum,” tegas Khalish.
Menurutnya, kasus yang menimpa Sherly Annavita Rahmi masuk dalam ranah pidana serius karena mengandung unsur ancaman fisik dan psikologis. Oleh sebab itu, IPNU Lhokseumawe secara khusus mendesak Mabes Polri untuk turun tangan langsung mengawasi dan mempercepat proses penyelidikan.
“Kami yakin Mabes Polri memiliki kapasitas untuk memerintahkan tindakan tegas terhadap pelaku teror digital maupun non-digital. Hukum harus ditegakkan demi melindungi rakyat dan menjaga iklim demokrasi yang sehat,” ujarnya.
Khalish juga menekankan bahwa aksi teror semacam ini tidak boleh dibiarkan karena berpotensi merusak kebebasan berpendapat dan mengancam keselamatan warga negara.
“Jangan biarkan peneror bebas berkeliaran. APH harus mengusut kasus ini sampai tuntas demi keadilan dan rasa aman masyarakat,” tambahnya.
Lebih lanjut, IPNU Lhokseumawe berharap penegakan hukum yang cepat dan transparan dapat memulihkan kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.
“APH harus mendengar suara rakyat. Usut tuntas kasus teror terhadap Sherly Annavita Rahmi agar masyarakat merasa aman dan kepercayaan publik tetap terjaga,” tutup Khalish Nur Hidayatullah.


Komentar