NANGGROE.MEDIA, BENER MERIAH | Intensitas curah hujan di wilayah Kabupaten Bener Meriah, Aceh cukup tinggi. Akibatnya, salah satu aliran sungai di Kampung Damaran Baru, Kecamatan Timang Gajah meluap. Kamis, 08 Januari 2026 dini sore.
Tampak terlihat, air bercampur lumpur dan kayu gelondongan melintas di sungai tersebut. Warga di lokasi pun sempat panik, yang mana sebelumnya masyarakat di Kabupaten sempat telah mengalami banjir bandang dan tanah longsor beberapa bulan lalu.
Informasi yang dihimpun Nanggroe.media bahwa air bercampur lumpur dan kayu gelondongan tersebut berasal dari kaki gunung api Burni Telong. Menurut keterangan dari sumber yang terpercaya, kayu yang melintas itu merupakan dari bawah kaki gunung api Burni Telong yang mana kawasan tersebut terdapat pembukaan lahan perkebunan.
”Kayu yang melintas itu berasal dari bawah kaki gunung Burni Telong, disitu ada juga pembukaan lahan perkebunan. Jadi, kayu-kayu itu sebagian tumbang.” terang narasumber.
Selain itu, warga setempat bernama Ali, saat diwawancarai Nanggroe.media menyampaikan, bahwa air sungai meluap pada dini sore. ”Sore ini hujan terus menerus ± 3 jam lamanya. Pas kejadian saya berada dilokasi dan sempat me-videolan,” ungkapnya.
Saat air sungai deras warga setempat juga sempat panik, namun kondisi air telah mulai surut. Diketahui, Desa Damaran Baru memiliki sekitar 50 Kepala Keluarga (KK).
Selanjutnya, warga dihimbau agar tidak berada di badan jembatan apabila air sungai deras (meluap) pada saat hujan lebat.




Komentar